Pengajuan Penambahan Air untuk Bekasi Tak Direspon

PDAM Tirta Patriot sudah meminta penambahan air ke pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, namun belum direspon.

Pengajuan Penambahan Air untuk Bekasi Tak Direspon
Kompas.com/Robertus Belarminus
Aliran air di Kalimalang mendadak berubah warna keruh menghitam diduga tercemar, Selasa (30/9/2014). 

WARTA KOTA, BEKASI-Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Cecep Ahmadi tidak menampik, bahwa kualitas air di Kali Bekasi sebagai bahan baku yang tidak layak.

Meski demikian, pihaknya mendapat pasokan air tambahan dari Saluran Tarum Barat atau Kalimalang.

"Tapi kita hanya mendapat pasokan dari sana sekitar 1,5-2 kubik per detik. Sedangkan sisanya sekitar 4 kubik per detik dipasok dari Kali Bekasi," kata Cecep pada Jumat (29/9/2017).

Cecep menyatakan, sudah melayangkan surat permohonan penambahan air ke pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Soalnya, air di Kalimalang itu diutamakan untuk Ibu Kota DKI Jakarta.

"Suratnya sudah beberapa kali kita ajukan tapi belum direspon. Air di sana memang diutamakan untuk disuplai ke PDAM DKI," ujar Cecep.

Menurut Cecep, pihaknya akan kembali mengajukan hal itu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dalam rapat yang digelar pada Senin (2/10).

Dia berharap, agar tambahan pasokan air dari Kalimalang ditambah.

"Kalau airnya ditambah, kita bisa kurangi pasokan dari Kali Bekasi," katanya.

Cecep menjelaskan, pihaknya kerap berkoordinasi dengan petugas Perum Jasa Tirta II, Kementerian PU-Pera dalam mengatur buka-tutup pintu air di Bendung Bekasi.

Bila aliran Kali Bekasi tercemar, kata dia, pintu air yang mengarah untuk produksi PDAM segera ditutup, dan pasokan dialihkan dari Kalimalang namun debitnya sedikit.

Atas dasar itu, produksi PDAM kurang optimal sehingga sering mendapat pengaduan dari masyarakay bahwa pasokan airnya terhenti.

"Sering kita hentikan sementara produksi air ketika Kali Bekasi tercemar. Bila situasi stabil, produksi kembali dilanjutkan," jelasnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help