DPRD Tunda Pengesahan APBD-P, Diduga Ada yang Belum Cincai

Pengesahan Rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD Perubahan 2017 Rp 71 triliun ditunda sampai Senin (2/10/2017). 

DPRD Tunda Pengesahan APBD-P, Diduga Ada yang Belum Cincai
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Prabowo Soenirman. 

GAMBIR, WARTA KOTA-Pengesahan Rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD Perubahan 2017 Rp 71 triliun ditunda sampai Senin (2/10/2017). 

Alasan penundaan tersebut juga tidak jelas sehingga menimbulkan spekulasi ada persoalan yang belum sinkron antara legislatif dengan eksekutif.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengaku heran dengan sikap DPRD DKI dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membatalkan pengesahan APBD perubahan 2017. 

"Ini saya curiga ada yang belum deal kepentingan mereka berdua (Pemprov dan DPRD)," kata Uchok kepada wartawan, Jumat (29/9/2017). 

Dia menjelaskan, seharusnya penetapan APBD Perubahan dilakukan awal September sehingga bisa langsung membahas APBD 2018. 

Konsekuensi telat adalah berdampak sangat luas. "Tentu ini akan merugikan warga ibu kota. Jangan untuk kepentingan sendiri tapi merugikan warga Jakarta," ujar Uchok. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Prabowo Soenirman, membantah tudahan belum ada kesepakatan antara DPRD DKI dan TAPD. 

Menurut Prabowo, penundaan tersebut karena tidak kuorum untuk mengambil keputusan saat rapat paripurna.

Dia berjanji, Senin (2/10/2017) APBD Perubahan 2017 akan disahkan melalui rapat paripurna. 

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, semua anggaran dan program APBD Perubahan untuk kesejahteraan warga dan pembangunan di ibu kota. 

"Jangan berburuk sangka lah. Ini hanya masalah kuorum," dalih Prabowo. 

Dia menyatakan bahwa DPRD DKI justru melakukan pencoretan terhadap anggaran yang dinilia pemborosan pada APBD Perubahan 2017. 

Misalnya pembelian lahan di Dinas Sumber Daya Air (SDA) Rp 1,8 triliun dan pengurangan anggaran di beberapa dinas lainnya.  "Tidak ada deal-deal apa pun," tegas Prabowo.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help