Desain Program Bedah Rumah Pemprov DKI Disesuaikan dengan Lingkungan

Gubernur Djarot menceritakan, desain rumah yang dibedah menyesuaikan dengan penghuni dan lingkungan sekitarnya.

Desain Program Bedah Rumah Pemprov DKI Disesuaikan dengan Lingkungan
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Uwik (53) dan anggota keluarganya, warga RT 10/04 Kelurahan/Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, di depan rumahnya yang direnovasi dalam Program Bedah Rumah Pemprov DKI Jakarta yang bertajuk 'Warna Warni untuk Jakarta'. 

ickrAnswersMobile
Lainnya

Yahoo Mail

⌂ Awal
AvatarRedaksi

Bantuan

Tekan ? untuk pintasan keyboard.
Tutup Iklan

Mail
Kontak
Kalender
Notepad
Messenger

Gambar sisip 1

WARTA KOTA, CILINCING -- Program Bedah Rumah Pemprov DKI Jakarta yang bertajuk 'Warna Warni untuk Jakarta' sedikitnya telah menyasar 67 hunian di Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Dari puluhan hunian yang telah dibedah, desain rumah yang dihasilkan berbeda satu sama lain. Hal itu dapat terlihat dari rumah Uwik (53), warga RT 010 RW 04 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang dihuni 37 jiwa.

"Seperti rumahnya Pak Uwik, ini satu rumah ada 37 penghuni yang didesain kotak-kotak, kamar-kamar. Ini berbeda dengan satu rumah lagi," ujar Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, saat berada di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (28/9).

Gubernur Djarot menceritakan, desain rumah yang dibedah menyesuaikan dengan penghuni dan lingkungan sekitarnya. Rumah Uwik yang memiliki enam kamar tidak mungkin untuk dipakai di rumah lainnya.

"Nggak ada desain yang final. Nggak ada prototipe. Yang prototipe adalah bahannya pakai baja ringan supaya cepat. Itu aja yang membedakan," sambungnya.

Sementara Uwik menjelaskan rumah yang ditempati sejak tahun 1987 kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Plafon rumah yang berdiri di atas lahan seluas 124 meter persegi itu tidak sampai dua meter.

"Dulu itu tingginya (plafon) kurang dari dua meter. Jadinya suka kepentok kepala nih. Makanya saya ucapin terima kasih sekarang bisa tidur enak. Sebelumnya hujan bocor, banjir," ungkapnya.

Uwik mengaku niatan untuk merenovasi rumahnya tersebut sudah ada sejak lama. Hanya saja niat untuk mengubah tampilan rumah yang ditempati istri, anak, cucu, keponakan, dan kerabat lainnya itu terbentur dengan masalah dana.

"Awalnya rumah dihuni nggak banyak tapi lama-lama banyak. Bagi yang mampu ngontrak, nggak mampu ya disini dulu," tuturnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved