Praktik Pungli di Kabupaten Bekasi, Mengurus Izin di BPMPPT Dimintai Uang Rp 34 Juta

Praktik pungli oleh PNS masih terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Salah satunya di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu.

Praktik Pungli  di Kabupaten Bekasi, Mengurus Izin di BPMPPT Dimintai Uang Rp 34 Juta
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Kanit 2 Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Ardi Rahananto, (kemeja putih) memberikan penjelasan tentang tertangkapnya seorang PNS yang melakukan pungli terhadap seorang warga yang hebndak mengurus perizinan di BPMPPT Satu Pintu di Kabupaten Bekasi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Praktik pungutan liar (pungli) oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Salah satunya di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Bekasi.

PNS yang diduga melakukan praktik pungli bernama Abdul Hamid (42). Ia meminta uang sebesar Rp 34 juta kepada warga yang mengurus perizinan perumahan di BPMPPT.

Namun, aparat pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil menangkap Abdul Hamid pada 18 September 2017 lalu dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Polisi juga menyuita barang bukti berupa uang sebesar Rp 34 juta dari pelaku.

Diduga Abdul Hamid tidak sendirian. Polisi tengah menelusuri kasus ini.

"Kami masih mengembangkan kasus ini. Kami telusuri siapa saja dan di instansi mana saja yang terlibat," tegas Kanit 2 Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Ardi Rahananto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017).

PNS yang menjadi tersangka pelaku praktik pungli uang sebesar Rp 34 juta kepada warga yang mengurus perizinan perumahan di BPMPPT Kabupaten Bekasi.
PNS yang menjadi tersangka pelaku praktik pungli uang sebesar Rp 34 juta kepada warga yang mengurus perizinan perumahan di BPMPPT Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Ardi menyebutkan bahwa penangkapan pelaku praktik pungli ini berawal dari pelaporan warga. Sebelum menangkap pelaku pihaknya menerima laporan adanya seorang pengusaha yang sedang mengurus perizinan perumahan dan mendaftar di jalur sesuai prosedur di BPMPPT.

"Namun pada saat berada di loket dia diarahkan untuk menghubungi seseorang bernama AH (Abdul Hamid) ini. Kemudian dilakukanlah beberapa kali pertemuan dan tersangka AH meminta sejumlah uang untuk pemeriksaan perizinan tersebut," kata Kompol Ardi Rahananto.

Atas dasar informasi dari pelapor, pada 18 September 2017 petugas melakukan penangkapan terhadap Abdul Hamid.

Penangkapan dilakukan saat berlangsungnya serah terima uang antara warga yang hendak mengurus izin itu dan Abdul Hamid di halaman kantor BPMPPT. Uang sebesar Rp 34 juta yang kemudian disita petugas menjadikan barang bukti utama..

"Kemudian ada uang yang saat itu ada pada tersangka. Kami masih melakukan pengembangan. Lalu berkas-berkas pengajuan izin perumahan dari sebuah badan usaha, kemudian ada status pegawai negeri tersangka," jelas Ardi lebih lanjut.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help