Meski Kecewa Dream Theater Nyatakan Show Must Go On

Semula, Dream Theater dijadwalkan tampil Jumat-Sabtu (29-30/9) malam di festival musik rock internasional JogjaROCKarta di Candi Prambanan.

Meski Kecewa Dream Theater Nyatakan Show Must Go On
wikipedia.org
Dream Theater 

WARTA KOTA, PALMERAH -- James LaBrie (54/vokal), John Myung (50/bass), John Petrucci (50/gitar), dan Jordan Rudess (60/keyboard), serta Mike Mangini (54/drum), personel Dream Theater, band metal progresif asal Boston, AS, merasa begitu kecewa saat diberitahu terkait pemindahan lokasi panggung 'JogjaROCKarta'.

Semula, Dream Theater dijadwalkan tampil Jumat-Sabtu (29-30/9) malam di festival musik rock internasional 'JogjaROCKarta' di Candi Prambanan, Sleman, sebagai bagian tur Dream Theater, Images, Words and Beyond 25 Anniversary Tour di Asia. Tapi niat manggung di Prambanan diurungkan.

Panggung LaBrie dkk lalu dipindahkan Rajawali Communication Indonesia yang menggelar konser 'JogjaROCKarta' ke Stadion Kridosono ditengah Kota Yogyakarta. "Mereka (para personel Dream Theater) kecewa karena sangat excited main di Prambanan," kata Anas Syahrul Alimi, Kamis (28/9).

Saat berbincang di The Bogeys Teras, Hotel Hyatt, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Anas yang menjadi Chief Executive Officer (CEO) Rajawali Communication Indonesia segera meminta maaf atas bergesernya lokasi manggung.

Beruntungnya, LeBrie cs menerimanya, dan tetap tampil.

Hanya dalam waktu satu hari saja, sejak Rabu (27/9/2017) hingga Kamis dini hari, Anas dan timnya kemudian memindahkan segala keperluan manggung Dream Theater dan delapan band lokal, antara lain God Bless, Power Metal dan Kelompok Penerbang Roket dari Prambanan ke Kridosono.

Jarak Prambanan ke Kridosono diperkirakan sekitar lebih dari 10 kilometer.

"Spesifikasi panggung dan perlengkapan konser, sudah sesuai permintaan mereka (Dream Theater). Semua kami pindahkan dalam semalam," ujar Anas yang sampai disebut seperti Bandung Bondowoso.

Saat membangun Candi Prambanan, demi cinta tulusnya kepada Roro Jonggrang, Bondowoso dikisahkan membangun seribu candi hanya dalam waktu semalam.

Bedanya, jika Bondowoso konon dibantu banyak jin untuk membangun Prambanan, Anas harus mengerahkan 25 truk tronton.

Puluhan truk itu dipakainya untuk memindahkan panggung, sound-system, lighting, sampai tenda-tenda berukuran besar ke Kridosono.

Sebelum ada protes dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia terkait pelaksanaan konser Dream Theater, panggung dkk sudah terbangun hingga 75 persen di Prambanan.

Anas memilih mengalah dan memindahkan lokasi konser Dream Theater.

"Rencananya, di sela konser, Dream Theater akan datang melihat Prambanan sebagai pengobat kecewa. Meski mereka kecewa, the show must go on, kami tetap jalan terus," kata Anas.

Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved