Dua Pabrik di Jatiasih dan Rawalumbu Disidak Pemkot Bekasi, Ini yang Ditemukan

Perusahaan ini mulai beroperasi sejak Agustus 2016, sehingga IPAL yang mereka miliki belum berfungsi optimal.

Dua Pabrik di Jatiasih dan Rawalumbu Disidak Pemkot Bekasi, Ini yang Ditemukan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantina tampak berdialog dengan petugas PT Jeil Indonesia yang bergerak di bidang jasa sablon dan bordir, Kamis (28/9). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dinas Lingkungan Hidup memeriksa peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dua pabrik di wilayah setempat, Kamis (28/9) siang.

Pertama PT Mikie Oleo di Jalan Cipendawa, Kecamatan Jatiasih dan PT Jeil Indonesia di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rawalumbu.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Masriwati mengatakan, dua pabrik yang disidak itu memiliki persoalan berbeda.

IPAL milik PT Mikei Oleo yang bergerak di bidang produksi minyak nabati dinilai belum sempurna untuk mengolah limbah.

Perusahaan ini mulai beroperasi sejak Agustus 2016, sehingga IPAL yang mereka miliki belum berfungsi optimal.

"Atas persoalan itu kita minta mereka segera melakukan proses penyempurnaan IPAL," kata Masriwati pada Kamis (28/9).

Sementara itu, kata dia, PT Jeil dianggap tidak memiliki IPAL sehingga pabrik berjasa sablon dan bordir itu menjalin kerja sama dengan swasta dalam pengolahan limbah.

Namun saat diminta bukti kerja sama itu, mereka tidak mampu menunjukkannya.

Mereka mengklaim, kain majun atau kain lap yang digunakan untuk membersihkan ceceran sablon dibuang ke Bidang Kebersihan lewat karang taruna setempat.

"Ini yang perlu kita dalami lagi, karena kain majun itu telah mengandung solfen secamam tinner dan masuk kategori limbah B3," jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help