Aktivitas Vulkanik Gunung Agung Masih Tinggi 

Status Awas atau Siaga 4 pada Gunung Agung yang ditetapkan sejak sepekan lalu masih bertahan hingga kini.

Aktivitas Vulkanik Gunung Agung Masih Tinggi 
YouTube
Video dalam channel Youtube Voice Video berjudul 'Gunung Agung Dahsyat Meletus Beberapa Saat Lalu' ternyata hoax. Video yang beredar luas di dunia maya itu adalah rekaman letusan Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Status Awas atau Siaga 4 pada Gunung Agung yang ditetapkan sejak sepekan lalu masih bertahan hingga kini.

Pantauan terkini hingga Kamis (28/9/2017) petang, aktivitas vulkanis Gunung Agung, Bali masih tinggi. 

"Tingginya gempa vulkanik menunjukkan masih berlangsungnya dorongan magma ke permukaan. Pengamatan visual tanda-tanda erupsi belum tampak. Tidak dapat diprediksi pasti kapan Gunung Agung akan meletus. Status tetap Awas," jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran tertulisnya.

Terkait hal tersebut, jumlah pengungsi Gunung Agung terus meningkat hingga mencapai sebanyak 134.229 jiwa.

Seluruh pengungsi tersebut tersebar di sebanyak 484 titik posko pengungsian yang berada di sembilan Kabupaten atau kota Bali. 

Peningkatan jumlah pengungsi tersebut lanjutnya, dikarenakan masyarakat yang tinggal di luar radius berbahaya, yakni 12 kilometer dari Gunung Agung juga ikut mengungsi.

Padahal, berdasarkan kajian, lokasi tempat tinggal mereka terhitung aman. 

"Namun karena sulitnya memahami dan mengetahui batas radius berbahaya di lapangan menyebabkan masyarakat ikut mengungsi. Batas radius berbahaya yang ada di peta, tidak tampak di lapangan. Masyarakat sulit mengetahui posisi sebenarnya," jelasnya. 

Apalagi lanjutnya, kenaikan status Awas ditetapkan malam hari, saat terjadi gempa yang beruntun dan ditambah beredarnya banyak informasi palsu (hoax), masyarakat yang tinggal di daerah aman pun ikut mengungsi.

Peristiwa tersebut katanya sangat manusiawi dan sering ditemukan di tempat lain.

Walau begitu, bantuan terus berdatangan, baik bantuan dari pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Melimpahnya bantuan yang datang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan logistik masyarakat hingga satu bulan ke depan. 

"Distribusi bantuan ke pengungsi juga berjalan dengan lancar. Jika ada beberapa titik pengungsian belum menerima bantuan disebabkan pos pengungsi mandiri tersebut tidak melaporkan ke petugas. Pendataan terus dilakukan agar penyaluran bantuan dapat melayani semuanya," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help