WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Polisi Dalami Motif Ekonomi Pemilik Nikahsirri.com

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggali adanya motif ekonomi dalam kasus nikahsirri.com.

Polisi Dalami Motif Ekonomi Pemilik Nikahsirri.com
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Pemilik situs lelang perawan www.nikahsirri.com, Aris Wahyudi. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menyatakan bahwa pemilik nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49) menjalankan situs tersebut dengan motif ekonomi.

Pasalnya, pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, telah menerima pembayaran. 

"Motifnya ekonomi karena ia menjual koin mahar, selain itu juga mengambil potongan 20 persen untuk mengambil keuntungan setiap aliran dana di situs tersebut," kata Kombes Pol Adi Deriyan, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).

Koin mahar itu dijual Rp 100.000 per koin. Pengunjung situs bisa menjadi klien jika membayar satu koin dan menjadi mitra.

"Sampai saat ini, yang kami dapat dari penyelidikan tersangka baru terdapat keuntungan Rp 5 juta," katanya.

Karena itu, pihaknya bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menelusuri aliran dana tersebut.

Yaitu memeriksa aliran keuangan Atau transaksi keuangan antara pihak pemilik situs dengan pihak klien.

"Sekarang kami lagi nge-trace dalam empat hari setelah di-launching itu berapa banyak klien yang bisa masuk, kita ingin melihat seberapa besar anime masyarakat untuk masuk ke dalamnya. Informasi terakhir yang bisa kita dapatkan ternyata sudah ada 5.300 klien," katanya.

Banyaknya klien tersebut karena salah satu promosi yang menjadi menarik perhatian, yaitu dengan mengetes keperawanan dan keperjakaan.

"Itu kan sebagai bentuk  bagian dari pemasaran dia ya. Sampai sekarang sih saya belum dapatkan keterangan bagaimana dia melakukan tes keperawanan atau keperjakaan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help