Krisis Rohingya

Berikan Pelatihan Dirikan Tenda Pengungsi, Hari Ini Tim BNPB Berangkat ke Rakhine State

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNP) akhirnya mendapatkan izin untuk berangkat ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar.

Berikan Pelatihan Dirikan Tenda Pengungsi, Hari Ini Tim BNPB Berangkat ke Rakhine State
ISTIMEWA
Bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk pengungsi di Rakhine State, tiba di Myanmar, Kamis (21/9/2017). 

WARTA KOTA, YANGON - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNP) akhirnya mendapatkan izin untuk berangkat ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar.

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Ito Sumardi mengatakan, izin telah dikantongi BNPB sejak kemarin, namun tim baru diberangkatkan hari ini, sembari menunggu bantuan yang tiba di Yangon kemarin sampai di Sittwe.

“Hari ini saja barang kita belum sampai, sehingga dari BNPB kita tahan dulu, dan besok (hari ini) baru berangkat Selasa, untuk mengajarkan mereka, Dan dia juga tidak mungkin sampai ke kamp, karena ke kamp membutuhkan waktu beberapa hari lagi,” ujar Ito di KBRI Myanmar, Yangon, Senin (25/9/2017).

Baca: Golkar Tak Punya Alasan untuk Tidak Mencalonkan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Berdasarkan informasi sebelumnya, waktu tempuh dari Yangon menuju ke Sittwe memakan waktu tiga hingga empat hari melalui jalur darat, lantaran berjarak sekira 1.000 kilometer.

Tujuan BNPB ke Sittwe adalah untuk memberikan pelatihan mengenai bagaimana mendirikan tenda pengungsian. Meski ada jalur sungai menuju Sittwe, Ito mengatakan tidak semudah yang dibayangkan, karena pelabuhan yang ada tidak mampu menerima kapal yang bermuatan besar.

“Kami mau kirim lewat Sittwe enggak mungkin, karena Pelabuhan Sittwe di sana itu bukan bentuk pelabuhan, seperti pelabuhan rakyat, sehingga tidak bisa mengangkut barang-barang besar. Sehingga semuanya pasti harus lewat Yangon atau Mandalay,” ungkap Ito.

Baca: Dana Haji Dimanfaatkan untuk Infrastruktur, Ketua Umum MUI: Halal!

Tidak hanya Indonesia, Ito menjelaskan kesulitan pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut juga menjadi perhatian dari Palang Merah Internasional atau ICRC.

“Kesulitan untuk menyampaikan bantuan sampai ke lokasi itu menjadi satu concern yang sangat besar buat ICRC, bagaimana caranya ke sana, tidak semudah apa yang kita bayangkan seperti ke Cox’s Baazar di Bangladesh,” tutur Ito. (*)

Penulis: Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help