Soal Klasik Penyebab Menjamurnya Pratik Esek-esek di Tangerang

Praktik esek-esek kian menjamur di wilayah Tangerang. Petugas Satpol PP Kota Tangerang terus melakukan penertiban terkait persoalan itu.

Soal Klasik Penyebab Menjamurnya Pratik Esek-esek di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Petugas Satpol PP saat mendata seorang wanita yang terjaring razia, Minggu (24/9) malam. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Praktik esek-esek kian menjamur di wilayah Tangerang. Petugas Satpol PP Kota Tangerang terus melakukan penertiban terkait persoalan itu.

Hampir tiap akhir pekan, sejumlah pekerja seks komersial pun terjaring. Namun tetap saja tindak tanduk asusila itu belum bisa diredam.

Pada Minggu (24/9/2017) kemarin petugas berhasil menciduk tujuh pasangan mesum di sejumlah hotel yang berada di bilangan Karawaci, Tangerang.

Satu mucikari berinisial BS pun turut diamankan aparat.

Camat Karawaci, Suli Rosidi menyebut permasalahan tersebut memang kerap terjadi di wilayahnya.

Ia menjelaskan penyebabnya menjamurnya praktik prostitusi ini masih dikarenakan soal klasik.

"Soal klasik itu ya masalah ekonomi, untuk keperluan hidupnya," ujar Rosadi pada Senin (25/9/2017).

Rosadi menjelaskan harus ada solusi guna menentaskan persoalan ini. Agar praktik esek - esek itu tak kembali terjadi.

"Selain pengawasan harus ada jalan ke luarnya guna membahas masalah tersebut. Agar mereka yang terjaring kembali ke jalan yang benar," ucapnya.

Ia menambahkan selain terhimpit ekonomi masih ada faktor lainnya yang menyebabkan menjamurnya para PSK.

"Mereka juga susah mencari pekerjaan, jadi harus dibantu," kata Rosadi.

Menurut Rosadi pihaknya akan melakukan langkah - lagkah guna mengantisipasi hal ini.

Di antaranya dengan membentuk usaha koperasi yang akan melibatkan para PSK serta mucikari itu.

"Kami saat ini konsentrasi untuk mengaktifkan UMKM. Gunanya UMKM ini diharapkan dapat menjadi lahan bagi masyarakat untuk mencari penghasilan halal di Kota Tangerang," paparnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help