Pria Myanmar Lebih Nyaman Pakai Kain Sarung Ketimbang Celana

Meski demikian, masih ada pemuda atau remaja kekinian yang mengenakan celana jin atau celana jogger.

Pria Myanmar Lebih Nyaman Pakai Kain Sarung Ketimbang Celana
TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE
Pria di Yangon, Myanmar, berjalan di trotoar dekat pusat perbelanjaan. 

WARTA KOTA, YANGON - Kaum pria umumnya mengenakan celana, baik panjang atau pendek, saat beraktivitas di luar rumah. Namun tak demikian halnya di Myanmar.

Di setiap ruas pejalan kaki atau trotoar di Yangon, Myanmar, banyak pria berseliweran memakai kain sarung, entah itu pemuda, hingga orang tua.

Meski demikian, masih ada pemuda atau remaja kekinian yang mengenakan celana jin atau celana joger. Sarung yang digunakan itu memiliki nama sendiri, yakni Longji atau Longyi.

Baca: Duga Kasusnya Pesanan Jaksa Agung, Buni Yani: Tidak Ada Orang yang Benci Ahok karena Postingan Saya

Longyi tidak seperti sarung yang umum dipakai di Indonesia yang biasanya bermotif kotak-kotak. Di sini, Longyi memiliki berbagai motif, tidak melulu garis vertikal atau horizontal, namun motif berbentuk menyilang atau zig-zag banyak ditemukan di sini.

Uniknya, mereka para pria memiliki tempat tersendiri untuk menyimpan dompet, telepon genggam, bahkan rokok.

Untuk rokok atau dompet, para pria biasa menyimpan di balik kaus dalam, sementara telepon genggam biasa diselipkan di Longyi bagian belakang dekat pinggul. Begitupun wanita, mereka lebih suka mengenakan Longyi ketimbang rok ataupun celana.

“Lebih nyaman memakai Longyi. Bisa bergerak bebas,” ujar seorang warga yang lumayan bisa berbahasa Inggris itu. (*)

Penulis: Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved