Krisis Rohingya

Hidup Wanita Rohingya di Pengungsian Tak Tenang Hanya Jadi Pemuas Napsu Tentara Myanmar

Shamila adalah salah satu warga Rohingya yang kini berada di kamp penampungan Reda, di Banglades.

Hidup Wanita Rohingya di Pengungsian Tak Tenang Hanya Jadi Pemuas Napsu Tentara Myanmar
Antaranews.com
Pengungsi Rohingya berjalan melalui air setelah menyebrangi perbatasan menggunakan perahu di Sungai Naf, Teknaf, Bangladesh, Kamis (7/9/2017). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 

WARTA KOTA, REDA -- Shamila mencengkeram tangan putrinya dengan sangat rapat sehingga berubah menjadi putih, saat menceritakan bagaimana tentara Myanmar memperkosanya.

Shamila adalah salah satu warga Rohingya yang kini berada di kamp penampungan Reda, di Banglades. 

Dia bercerita tentang kejadian memilukan saat tentara Myanmar memperkosanya di depan anak-anaknya. 

Kisah semacam ini berulang kali terdengar dari mulut para pengungsi Rohingya, yang ada di kamp-kamp penampungan.

Baca: VIDEO: Soal Bantuan ke Rohingya, Prabowo: Rakyat Kita Masih Susah

Pengamat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pun mengaku telah mendapati sejumlah korban perkosaan, pada mereka yang kabur dari kekerasan di Myanmar dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Truk Bantuan Pengungsi Rohingya Terguling, Sembilan Orang Tewas

Hampir semuanya mengatakan, pelaku adalah orang-orang berseragam yang mereka yakini sebagai anggota militer Myanmar.

Kasus tersebut, menurut para ahli, hampir pasti merupakan "puncak gunung es", dari perkara serupa yang jumlahnya lebih banyak lagi.

Stigma sosial seputar korban pemerkosaan dan tantangan untuk menemukan tempat berteduh dan makanan, semakin menambah beban kaum perempuan yang menjadi korban.  

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help