Sempat Beroperasi SPBU VIVO Tutup Kembali karena Izin Belum Lengkap

Sebuah SPBU baru dibangun di kawasan Cilangkap Jakarta Timur. Berlogo 'burung' SPBU ini adalah pendatang baru dari bisnis penjualan bahan bakar minyak

Sempat Beroperasi SPBU VIVO Tutup Kembali karena Izin Belum Lengkap
otomotifnet
SPBU vivo 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Sebuah SPBU baru dibangun di kawasan Cilangkap Jakarta Timur. Berlogo 'burung' SPBU ini adalah pendatang baru dari bisnis penjualan bahan bakar minyak.

SPBU yang terletak di Jalan Raya Cilangkap, Jakarta Timur dengan desain warna biru, putih memiliki tiga dispenser untuk melayani pengisian BBM.

Jenis BBM yang dijual diantaranya Revo 88, 90, 92, tak hanya itu beberapa fasilitas didalamnya juga sudah lengkap hal ini menandakan bahwa SPBU ini sudah siap beroperasi.

Namun kondisi SPBU tersebut masih ditutup, namun beberapa warga mengatakan bahwa SPBU tersebut pernah beroperasi.

Diduga penutupan tersebut lantaran SPBU yang dimiliki PT Nusantra Energy Plant Indonesia (NEPI), belum memiliki izin beroperasi.

Baca: Ini Alasan Nepal Akan Ukur Ulang Ketinggian Gunung Everest

Saat dihubungi secara terpisah, Suku Dinas Perindustrian dan Energi, Nurhidayat mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang permasalahan tersebut karena semua perizinan SPBU di bawah naungan Kementerian ESDM.

"Saya kurang paham ya, karena saat ini untuk spbu perijinannya dan kewenangannya ada di kementerian esdm dan bukan di pemda atau DPE," kata Nurhidayat, Jumat (22/9/2017).

Sementara Kasub Informasi Hukum Ditjen Migas, Hening mengatakan penutupan tersebut lantaran izin dari SPBU tersebut belum lengkap.

"Domumen mereka belum lengkap dan benar jadi dikembalikan untuk dilengkapi dulu," katanya.

Sementara itu pihak SPBU nantinya akan diberi waktu selama 10 hari untuk melengkapi perizinan yang ada.

"Kan SOP-nya 10 hari, kalau BU tidak bisa melengkapi permohonan dikembalikan. BU mengajukan kembali," katanya.

Baca: Aurelie Moeremans Sebut Marcello Tahitoe Lebih Sehat Direhabilitasi

Menurutnya secara atutan memang harus ada izin usaha dan memenuhi syarat teknis.

"Kalo syarat swasta dalam melaksnakan kegiatan memang harus memenuhi izin kelayakan teknis terkait skkp dan skpi jadi persyaratan perizinan harus dipenuhi terlebih dahulu," katanya. (Joko Supriyanto)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help