Krisis Rohingya

Kapal Pembawa Bantuan dari Palang Merah Internasional Dibom Molotov Warga Rakhine State

Ito Sumardi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar mengungkapkan, saat ini situasi di Rakhine State belum begitu kondusif.

Kapal Pembawa Bantuan dari Palang Merah Internasional Dibom Molotov Warga Rakhine State
ISTIMEWA
Bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk pengungsi di Rakhine State, tiba di Myanmar, Kamis (21/9/2017). 

WARTA KOTA, YANGON - Ito Sumardi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar mengungkapkan, saat ini situasi di Rakhine State belum begitu kondusif.

“Tensi daripada penduduk saat ini sangat tinggi,” ujar Ito di Kantor KBRI Myanmar di Yangon, Jumat (22/9/2017).

Sebagai contoh, Ito mengungkapkan telah terjadi serangan menggunakan bom molotov, kepada kapal pembawa bantuan dari Palang Merah Internasional (ICRC).

Baca: Bebi Romeo Tak Mau Paksakan Anaknya Tekuni Musik

Kapal yang tengah melintas di sungai tersebut diketahui membawa bantuan, di antaranya berupa solar panel untuk tenaga listrik, sejumlah selimut, serta bantuan lainnya.

Dari kejadian tersebut, Ito mengatakan bahwa penduduk masih menyimpan kecurigaan terhadap bantuan dari negara asing.

“Mereka merasa curiga dengan bantuan dari negara asing. Mereka juga sangat sensitif dengan orang asing,” kata Ito.

Baca: Sandy Tumiwa: Mau Mulai Hidup dari Nol, Eh Ada Kabar Buruk Begini

Karena itu, Ito mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Rakhine, agar bantuan maupun pendampingan dari BNPB dapat masuk ke Rakhine, dan keselamatan mereka terjamin.

“Kendala-kendala inilah yang harus kita pertimbangkan secara matang. Karena bagi kami, KBRI Yangon, yang harus kami pertimbangkan terutama adalah apabila ada relawan dari kita yang diizinkan masuk ke sana, adalah masalah keselamatan,” tutur Ito.

Selain itu, Ito menjelaskan, saat ini status keamanan di Rakhine State masih dikuasai oleh pihak militer, meski tidak dalam keadaan darurat militer. (*)

Penulis: Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved