Di Banyumas, Go-Jek Siap Hentikan Operasional Gara-gara Diprotes Taksi Konvensional

Kepolisian Banyumas menyampaikan, perwakilan pengojek daring menyatakan siap menghentikan operasional mereka di wilayah ini hingga adanya kesepakatan.

Di Banyumas, Go-Jek Siap Hentikan Operasional Gara-gara Diprotes Taksi Konvensional
tokopedia.com
ilustrasi Go-Jek 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kepolisian Resor Banyumas menyampaikan, perwakilan pengojek daring (dalam jaringan) menyatakan siap menghentikan operasional mereka di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Banyumas, AKBP Azis Andriansyah, adapun langkah yang akan ditempuh ialah menonaktifkan aplikasi Go-Jek hingga adanya kesepakatan bersama dari pemerintah daerah setempat.

Kapolres mengatakan hal itu usai memimpin mediasi antara perwakilan sopir taksi konvensional dan pengojek daring di Ruang "Management Centre" Mapolres Banyumas.

"Dalam pertemuan tadi, perwakilan pengojek daring siap mengikuti surat edaran yang dikeluarkan Bupati Banyumas, yakni setop dulu sampai ada kesepakatan karena besok direncanakan akan diberi ruang oleh Dinas Perhubungan," katanya, Kamis malam.

Ilustrasi pengemudi Go-Jek
Ilustrasi pengemudi Go-Jek (Tribun Pontianak)

Berdasarkan informasi, kata dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana akan memetakan zona-zona yang dilayani taksi konvensional maupun ojek pangkalan.

Menurut dia, celah-celah yang ada kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh pengojek maupun taksi berbasis aplikasi daring. Namun sampai saat ini, belum dilakukan.

"Sementara dari perwakilan pengojek daring sudah sepakat akan mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Bapak Bupati guna menghindari potensi konflik horizontal," katanya.

Ia mengakui bahwa sopir taksi konvensional telah beberapa kali mendatangi kepolisian karena mereka berharap adanya penegakan peraturan atau hukum.

Padahal, katanya, peraturan untuk kendaraan roda empat agak berbeda dengan kendaraan roda dua.

Dalam hal ini, lanjutnya, taksi yang menarik penumpang tanpa menggunakan pelat angkutan umum yang berwarna kuning dapat ditindak dengan cara tilang.

"Oleh karena itu, tadi saya meminta kepada sopir taksi jika melihat taksi berpelat hitam mengangkut penumpang secara komersial jangan main hakim sendiri. Nanti polisi akan mengambil tindakan dengan cara ditilang," katanya.

Ia mengatakan, jika masih ada sopir taksi konvensional main hakim sendiri sebagaimana dilakukan terhadap sopir taksi daring beberapa waktu lalu, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pelakunya sesuai hukum yang berlaku.

Pantauan di Mapolres menunjukkan ratusan sopir taksi konvensional, pengojek pangkalan, pengojek daring yang mendatangi Mapolres Banyumas membubarkan diri setelah mendengarkan pembacaan surat kesepakatan bersama yang dihasilkan dalam mediasi.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved