WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Citra Preman Pemuda Pancasila akan Diubah Arif Rahman Lewat Jalan Kaderisasi

Melalui jalur pengkaderan, kita bisa menciptakan kader PP sebagai kader yang pontensial dan diterima masyarakat.

Citra Preman Pemuda Pancasila akan Diubah Arif Rahman Lewat Jalan Kaderisasi
Warta Kota
Sebagai salah satu ormas tertua di Tanah Air, pengurus dan kader Pemuda Pancasila akan berusaha menyejajarkan PP dengan Muhammadiyah atau NU. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Ir H Arif Rahman sama sekali tak menduga kalau keinginannya menjadi ketua Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta sempat mendapat penolakan dari seorang perempuan, yang telah dianggap sebagai kakaknya.

Alasannya, Pemuda Pancasila organisasi preman.

“Ketika saya minta restu untuk maju menjadi calon ketua PP DKI, Teteh (kakak perempuan) tak setuju. Kata Si Teteh, PP itu organisasi preman,” ujar Arief, saat memaparkan visi dan misinya sebagai calon Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP DKI Jakarta Periode 2017-2022.

Namun, Arif (42) yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) PP DKI Jakarta, tetap teguh dengan pendiriannya untuk maju pada Musyawarah Wilayah XII PP Provinsi DKI Jakarta, 23-24 September mendatang di Hotel Twin Plaza, Jakarta.

“Harus diakui, selama ini, pandangan masyarakat terhadap PP memang demikian. Namun, melalui jalur pengkaderan, kita bisa menciptakan kader PP sebagai kader yang pontensial dan diterima masyarakat,” ujar Arif.

Dijelaskan, para juru parkir di Alfa Midi atau pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta misalnya, bisa ‘naik kelas’ jika diberi bantuan permodalan.

“Mereka bisa berdagang pulsa atau yang lainnya, jika mereka diberi bantuan modal. Namun yang paling utama adalah merubah mereka yang tadinya preman menjadi kader potensial. Caranya melalui pengkaderan,” lanjutnya.

Menurutnya, tanpa kader yang potensial, PP tak akan menjadi apa-apa.

“Sebagai salah satu ormas tertua di Tanah Air, kami akan berusaha mensejajarkan PP dengan Muhammadiyah atau NU. Karenanya proses kaderisasi akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan kader PP menjadi kader yang bermoral.”

“Dan yang lebih penting, demi keutuhan PP, seperti yang selama ini dikatakan Mas Yapto, kader PP harus memiliki loyalitas dan tegak lurus terhadap pimpinan.”

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help