Home »

News

» Jakarta

Penutupan Tempat Hiburan Malam Bandel Berpengaruh terhadap Pendapatan Kas DKI

Linda Enriany mengatakan bahwa pendapatan dari tempat hiburan malam menduduki posisi ketiga.

Penutupan Tempat Hiburan Malam Bandel Berpengaruh terhadap Pendapatan Kas DKI
Ilustrasi suasana diskotek. (pixabay.com) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, KEMBANGAN -- Makin seringnya tempat hiburan ditutup karena kedapatan penggunaan narkoba di Jakarta Barat tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Karena pendapatan tempat hiburan terbanyak dari sisi hotel dan restoran.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat, Linda Enriany mengatakan bahwa pendapatan dari tempat hiburan malam menduduki posisi ketiga. Yang pertama adalah hotel, dan kedua adalah restoran.

Sehingga, pendapatan dari sisi hiburan malam tidak terlalu signifkan. Oleh sebab itu, jika diskotek Diamond ditutup maka tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang akan masuk ke kas Pemprov DKI.

Dari data yang diterima Warta Kota, target pendapatan dari tempat hiburan hanya antara Rp 700 miliar sampai Rp 800 miliar. Jadi, pihak Sudinparbud Jakarta Barat tak segan-segan menindak tempat usaha yang melanggar aturan.

"Kecil kok paling sekitar Rp 700 miliar. Memang target dari tempat hiburan dan rekreasi sebesar Rp 1,5 triliun. Namun, terbesar itu dari hotel dan restoran," ucap Linda, Selasa (17/9).

Namun, kata dia, dampak dari penutupan tempat hiburan malam adalah dipecatnya para pekerja. Maka Disparbud DKI juga tidak akan gegabah dalam melakukan penutupan.

"Karena menyangkut hidup orang banyak. Banyak pekerja yang mengantungkan hidupnya disana," kata dia.(bin)

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help