Sebanyak 43 Kios Milik PT KAI Terdampak DDT Dikosongkan

Dampak perluasan proyek DDT serta revitalisasi stasiun Jatinegara, sebanyak 43 kios yang berdiri di Stasiun Jatinegera dikosongkan.

Sebanyak 43 Kios Milik PT KAI Terdampak DDT Dikosongkan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sebanyak 43 kios terkena revitalisasi jalan kereta api. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Dampak perluasan proyek Double-Double Track (DDT) serta revitalisasi stasiun Jatinegara, sebanyak 43 kios yang berdiri di Stasiun Jatinegera dikosongkan.

Pengosongan tersebut lantaran Stasiun Jatinegara merupakan stasiun yang menjadi titik simpul bertemunya perjalanan kereta api jarak jauh/menengah dengan KRL.

Untuk itu guna bisa menampung dalam melayanani lonjakan penumpang dari tahun ke tahun, yang terus meningkat, maka Kementrian Perhubungan berencana untuk melaksanakan proyek revitalisasi terhadap bangunan Stasiun Jatinegara.

"Itu kami kosongkan karena nantinya Stasiun Jatinegara akan direvitalisasi sebagaimana sedang dilakukan proyek Double-Double Track," kata Senior Manager Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Suprapto, Minggu (17/9/2017).

Menurutnya, saat ini, kondisi untuk penumpang di Stasiun Jatinegara di antara penumpang KRL yang naik sekitar 8.000 hingga 9.000 penumpang per hari (sementara untuk kereta api jarak jauh/menengah tidak ada, karena kereta apinya tidak berhenti untuk dari arah Jakarta ke Jawa Barat/ Jawa Tengah/ Jawa Timur).

Sementara, bagi penumpang yg turun dari Stasiun Jatinegara untuk penumpang KRL berkisar antara 8.000 hingga 9.000 orang per hari, dan untuk penumpang kereta api jarak jauh/menengah sejumlah antara 3.000 hingga 4.000 orang per hari.

"Penertiban sudah kita lakukan minggu kemarin, sebelum melakukan penertiban, Daop 1 Jakarta sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada penyewa kios, pada 2 Agustus 2017. Dalam surat dijelaskan, jika lahan kios atau toko telah habis masa kontraknya," katanya.

Adapun aset yang ditertibkan terletak di dekat Perkantoran Stasiun Jatinegara, Jalan Bekasi Barat Raya, Jakarta Timur, dengan luas tanah 1008 meter persegi atau luas bangunan 2016 meter persegi.\

Tepatnya, terdapat 43 bangunan kios yang ditertibkan.

Sementara itu, salah satu pedagang kaki lima yang berada tak jauh dari lokasi Stasiun Jatinegara, Ismanto (44) mengatakan bahwa para pedagang ini pada umumnya sudah berjualan, selama puluhan tahun.

Situasi di ruko milik PT KAI yang dikosongkan.
Situasi di ruko milik PT KAI yang dikosongkan. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Namun, sepengetahuan mereka, ruko yang ditempati tersebut memang milik PT KAI.

"Kalo yang dagang udah lama itu, puluhan tahun mah ada, tapi saya tidak tahu mereka pindah ke mana karena ini kan punya KAI, mau gak mau mereka ya terpaksa pindah," katanya.

Menurut Ismanto, bahwa kontrak sewa tersebut sudah habis, dan PT KAI tidak memperpanjang lagi, hal tersebut diketahuinya ketika melihat surat edaran yang diberikan PT KAI.

"Kemarin sih, saya lihat karena masa kontrak sudah habis, dan stasiun mau direvitalisasi lagi, jadi ya mereka terpaksa pindah, yang dagang macem-macem ada aksesori rumah seperti jam dinding, lampu hias, ada juga toko mas," ucap pria yang berprofesi sebagai tukang servis jam tangan itu. (Joko Supriyanto)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved