WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pernah Jadi Korban, Para Pemuda ini Jual Video dan Foto Gay Anak-anak, Raup Rp 10 Juta Per Bulan

"Dulu saya pernah juga digituin waktu kecil. Makanya sekarang kayak gini," kata Yul, korban kejahatan seksual sejenis seperti dialami kedua rekannya.

Pernah Jadi Korban,  Para Pemuda ini Jual  Video dan Foto Gay Anak-anak, Raup Rp 10 Juta Per Bulan
kompas.com
Ilustrasi (Shutterstock) 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Yul (19) tak henti-hentinya menangis sesenggukan di ruang Gedung Utama Polda Metro Jaya (PMJ), Kebayoran Baru, Jakarta Sekatan, Minggu (17/9/2017).

Saat itu, bersama dua rekannya, Her (30) dan Ik (21), ia duduk di belakang tempat acara konferensi pers kasus penjualan foto dan video porno gay anak-anak. Mereka bertiga adalah para tersangkanya.

Namun, hanya Yul yang terus menangis. Kedua kawannya lebih banyak menampaikkan wajah murung seraya menundukkan kepala.

Mengenakan seragam tahanan warna oranye, Yul mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku terlibat dalam kasus itu karena sebelumnya pernah menjadi korban aksi kejahatan seksual sejenis atau pedofilia sejenis saat masih kecil.

"Dulu saya pernah juga digituin waktu kecil. Makanya sekarang kayak gini," kata Yul. Kedua kawannya adalah sesama korban aksi kejahatan seksual sejenis sewaktu kecil seperti dirinya.

Namun, Yul enggan menceritakan siapa yang memperlakukannya pada saat itu sehingga ia kini pun menjadi pelaku penikmat seksual sejenis, termasuk dengan melihat foto dan gambar.

Berawal dari menikmati itu, ia terjun langsung sebagai penyebar konten. "Saya jualin di Twitter @VGKSale (Video Gay Kids). Saya jual Rp 50.000 sampai Rp 100.000 buat 30 sampai 50 video sama gambar," katanya.

Pembelinya, lanjut Yul, membayarnya via transfer ke nomor rekening. Namun selain itu juga bisa dengan cara mengirimkan pulsa.

"Kalau sudah transfer nanti saya kirim lewat Telegram dan WA (WhatsApp). Saya juga masukkan ke dalam grup untuk saling tukar video atau foto porno VGK," katanya.

Menurut Yul, ia sudah menjalani bisnis itu sejak Juli 2017. Dalam kurun satu bulan ia mengaku bisa meraup Rp 10 juta. "Kerja saya sebelumnya serabutan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help