WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

LPAI Apresiasi Polisi Terkait Pengungkapan Jaringan Penjual Video Porno Gay Anak

Menurut Reza, ini merupakan kali kesekian Polda Metro Jaya menyertakan LPAI dalam mengekspos kejahatan online yang mengincar anak-anak.

LPAI Apresiasi Polisi Terkait Pengungkapan Jaringan Penjual Video Porno Gay Anak
kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK -- Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang berhasil mengungkap jaringan penjual video porno terkait kejahatan seksual anak-anak sejenis.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri Amriel, kepada Warta Kota, Minggu (17/9/2017).

Menurut Reza, ini merupakan kali kesekian Polda Metro Jaya menyertakan LPAI dalam mengekspos kejahatan online yang mengincar anak-anak.

"Sebagaimana sebutan yang digunakan Polda Metro Jaya, yakni video pornografi anak-anak sejenis kelamin di medsos atau video gay kids, LPAI juga menyoroti kian nyatanya ancaman bahkan bahaya orientasi seksual menyimpang, dalam hal ini adalah homoseksualitas, terhadap anak-anak kita," kata Reza.

"Karena itu LPAI mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja polisi dalam mengungkap hal ini dan berharap kepolisian terus mengungkap jaringan mereka lainnya," katanya.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri Amriel
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri Amriel (Warta Kota/Tribunnews.com)

Sepintas lalu, lanjut Reza, terkesan bahwa kejahatan pornografi anak berbasis daring tidak memunculkan dampak serius.

Apalagi, kerugian yang muncul ketika anak menjadi korban kejahatan semacam itu kerap dikalkulasi semata-mata berdasarkan biaya berlangganan listrik dan jaringan internet.

"Padahal jika dibandingkan dengan biaya, maka akibat kejahatan seksual terhadap anak-anak hadir dalam bentuk yang-katakanlah konvensional," ujarnya.

Dua dasawarsa silam, ujar Reza menguraikan, ilmuwan Prentky dan Burgess mengestimasi, setiap kasus kejahatan seksual menelan biaya 183.333 dolar Amerika Serikat.

"Angka tersebut dihitung berdasarkan pengeluaran yang berkaitan dengan pelaku dan korban atau offender-related dan victim-related expenses," katanya.

Dari sana dapat dihitung, apabila dari seratus kasus dapat ditekan hingga delapan kejadian saja, maka terjadi penghematan sebesar hampir 1,5 juta dolar AS.

"Sah sudah; dalam palagan child gay online, di samping perlunya menyemangati Polri agar tak henti-henti memburu para teroris pedofilia berbasis online, serta mendorong perusahaan-perusahaan penyedia layanan online agar menerapkan aturan blokir seketat mungkin, LPAI ingin meyakinkan kita semua untuk terus memperkuat fungsi keluarga sebagai pondasi ketahanan masyarakat dan bangsa," kata Reza.

Pondasi nilai-nilai agama, katanya, yang dipadukan dengan kecerdasan dan kearifan dalam bermedia sosial, serta pendidikan sejak dini tentang integritas heteroseksualitas, mestinya adalah mata pelajaran mutlak dalam kurikulum pengasuhan anak oleh segenap orangtua.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help