WartaKota/

Walkot Bekasi: Sayur Gabus Pucung Eksis Sejak 1980

Masakan gabus pucung khas Bekasi hidup sejak tahun 1970-an seiring banyaknya rawa-rawa yang belum tergusur permukiman di kawasan itu.

Walkot Bekasi: Sayur Gabus Pucung Eksis Sejak 1980
dok. google
Sayur gabus pucung 

WARTA KOTA, BEKASI-Tahun 1970-an, Kota Bekasi masih berupa rawa-rawa. Belum banyak permukiman mewah ataupun gedung tinggi seperti sekarang. Keberadaan rawa di sana, akhirnya dimanfaatkan tumbuhan dan binatang untuk bertahan hidup.

Seperti halnya ikan gabus yang hidup subur di sana. Ribuan ekor ikan gabus hidup bebas di rawa itu. Warga Bekasi yang melihat potensi pangan, kemudian memanfaatkan situasi ini untuk mengolah ikan gabus menjadi makanan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, gabus pucung dikenal oleh masyarakat Kota Bekasi sebagai kuliner khas daerah. Makanan gabus pucung santer terkenal sejak tahun 1980-an di Kota Bekasi. Sekiranya, pada saat itu daerah Kota Bekasi masih banyak rawa.

"Dulu memang gabus adalah ikan paling banyak di Kota Bekasi, makanya orang-orang cari cara biar ikan tersebut dimanfaatkan jadi hidangan," kata Rahmat pada Minggu (17/9/2017).

Rahmat mengaku, sering berkunjung ke rumah makan yang menghidangkan sayur gabus pucung. Bahkan di sejumlah rumah makan itu terpampang foto Rahmat saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi bahkan Wali Kota Bekasi.

"Dari usia masih muda saya sudah sering makan di warung rumah makan ini karena rasanya sangat gurih dan nikmat," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, rasa gurih pada hidangan itu berasal dari buah picung (kluwek). Selain itu, pengolah ikan rawa ini juga mencampur bumbu lainnya seperti daun bawang, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, garam dan rempah-rempah lainnya.

"Warna sayurnya hitam yang berasal dari kluwek," jelasnya.

Tak ingin kuliner ini redup, pemerintah daerah pernah menyajikan 3.000 bungkus sayur gabus pucung ke masyarakat.

Ribuan bungkus sayur itu diberikan gratis ke masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ke-18 tahun yang jatuh pada 10 Maret 2015 lalu.

"Kita berikan gratis ke masyarakat saat pada hari Minggu, 8 Maret 2015 lalu saat acara Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di Jalan Ahmad Yani. Kita berikan gratis, agar masyarakat tahu kuliner khas Bekasi adalah sayur gabus pucung," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help