WartaKota/
Home »

Depok

Tetap Banyak yang Ngebut, Pita Kejut di Jalur Neraka SSA Jalan Nusantara Depok Tak Efektif

Bahkan selain telah banyak menimbulkan korban luka, tercatat satu orang korban kecelakaan di jalur tersebut, akhirnya meninggal dunia.

Tetap Banyak yang Ngebut, Pita Kejut di Jalur Neraka SSA Jalan Nusantara Depok Tak Efektif
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Supriyatna, korban tewas pertama di jalur neraka sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara, Depok, sebelum dimakamkan. Tercatat sudah puluhan kali kecelakaan terjadi di jalur neraka di Jalan Nusantara, sejak SSA diterapkan di sana. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pemasangan pita kejut di beberapa titik di Jalan Nusantara, Depok oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, sebagai pelengkap ujicoba penerapan sistem satu arah (SSA) ternyata tidak efektif.

Pita kejut itu awalnya diharapkan bisa meminimalisir tingkat kecelakaan di jalur tersebut.

Faktanya, sekalipun pita kejut terpasang di sana, kecelakaan lalu lintas di Jalan Nusantara yang kini disebut warga sebagai jalur neraka tersebut, tetap saja terjadi.

Bahkan selain telah banyak menimbulkan korban luka, tercatat satu orang korban kecelakaan di jalur tersebut, akhirnya meninggal dunia, Jumat (14/9/2017) malam lalu.

"Jadi pemasangan pita kejut di Jalan Nusantara, tidak terlalu berpengaruh. Selain karena hanya di dua titik, kondisi jalan yang lebar dan lengah pasti akan memacu pengendara untuk ngebut. Padahal di jalur tersebut merupakan pemukiman padat," kata Toro, Wakil Ketua RW 14 Kelurahan Depok Jaya, yang tinggal di sisi jalur SSA, kepada Warta Kota, Minggu (17/9/2017).

Karenanya kata dia sangat tidak tepat kebijakan SSA diterapkan di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika sejak 29 Juli lalu, dan kemudian di susul di Jalan Arief Rahman Hakim sepekan kemudian mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00.

"Belum lagi kemacetan berpindah ke jalan lingkungan di permukiman warga. Jadi tidak ada manfaatnya sama sekali kebijakan SSA ini," kata Toro.

Sehingga kata Toro sejak awal warga di sepanjang jalur SSA keberatan dengan penerapan SSA dan meminta kebijakan itu dibatalkan Pemkot Depok.

"Sejatinya memang gak layaklah jalan yang merupakan tempat pemukiman padat dan area sekolah, serta ada pasar, dijadikan satu arah. Kami berharap Pemkot Depok mendengar aspirasi kami, namun nyatanya tak diindahkan sama sekali," kata Toro.

Sebelumnya seperti yang sudah diprediksi, jalur sistem satu arah (SSA) di Depok, yakni Jalan Nusantara akhirnya menelan korban jiwa.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help