WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Penataan Trotoar Thamrin-Monas Mesti Tunggu Audit Semanggi

Sisa dana Kompensasi Luas Bangunan (KLB) pembangunan Simpang Susun Semanggi (SSS) digunakan untuk menata pedestrian setelah audit proyek selesai.

Penataan Trotoar Thamrin-Monas Mesti Tunggu Audit Semanggi
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Simpang Susun Semanggi ditutup setelah diuji coba, Senin (14/8/2017). Simpang Susun Semanggi bakal diresmikan pengoperasiannya pada Kamis (17/8/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI-Sisa dana Kompensasi Luas Bangunan (KLB) pembangunan Simpang Susun Semanggi (SSS) akan digunakan untuk menata pedestrian di jalan Sudirman-Thamrin akhir bulan ini.

Padahal SSS yang menghabiskan dana Rp 360 miliar dari total KLB Rp 579 miliar belum diaudit.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Gamal sinurat mengatakan, SSS yang sudah beroperasi sejak 17 agustus lalu masih menjadi aset PT Mitra Panca Persada (MPP) selaku perusahaan yang memberikan dana KLB atas peningkatan gedungnya dari 17 lantai menjadi 60 lantai.

Total KLB dari peningkatan tersebut sebesar Rp 579 Miliar dan baru digunakan untuk SSS sebesar Rp 360 miliar.

SSS baru akan menjadi aset Pemprov DKI, lanjut Gamal, ketika serah terima dilakukan. Sementara serah terima sendiri menunggu hasil audit yang saat ini tengah dilakukan tim apresial.

"Sedang dihitung nilainya. Kalau tidak sesuai ya kita hitung lagi kewajibanya, pokoknya jangan sampai rugi," kata Gamal saat dihubungi, kemarin.

Gamal menjelaskan, dari total KLB dan penggunaan dana SSS yang dihitung oleh pengembang, sedikitnya masih ada Rp 219 miliar.

Angka tersebut digunakan untuk pembangunan trotoar di Jalan Sudirman tepatnya dari Jalan benhil hingga patung kuda, Monas, Jakarta Pusat yang rencananya dimulai akhir bulan ini.

Meski dana KLB SSS belum selesai dihitung oleh tim apresial, Gamal menyatakan penataan trotoar dengan menghilangkan jalur lambat tersebut tidak menjadi masalah. Terpenting, nilainya harus sama dengan total KLB.

"Ya nanti kan dihitung juga yang trotoar, total KLB harus sesuai dengan pembangunan yang diberikan. Jadi kalau Rp 579 miliar ya harus Rp 579 miliar. Kalau selisih ya temuan," ungkap Gamal.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help