Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi Dipenjara 25 tahun Terkait Spionase

Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman penjara 25 tahun bagi presiden terguling, Muhamed Mursi karena dianggap menjadi mata-mata untuk Qatar.

Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi Dipenjara 25 tahun Terkait Spionase
bbc.com
Muhamed Mursi, Presiden Mesir terguling 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman penjara 25 tahun bagi presiden terguling, Mohammed Mursi, karena dianggap menjadi mata-mata untuk Qatar, sebagaimana disebutkan oleh sebuah sumber bidang peradilan.

Mohamed Mursi, dari Ikhwanul Muslim, terpilih secara demokratis sebagai presiden setelah revolusi 2011 namun ia digulingkan pada pertengahan 2013 oleh jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang kini menjabat sebagai presiden Mesir, setelah munculnya gelombang demonstrasi yang menentang kepemimpinannya. Tak lama kemudian, Mursi ditahan.

Pengadilan Kasasi Mesir, dalam putusan akhirnya, mengurangi hukuman Mursi dalam kasus Qatar menjadi 25 tahun. Sebelumnya, Mursi dijatuhi hukuman 40 tahun penjara.

Mursi sendiri sudah mulai menjalani hukuman 20 tahun penjara setelah dianggap bersalah dalam kasus pembunuhan terhadap para penentang selama aksi-aksi unjuk rasa pada 2012.

Sejak Mursi terguling, ribuan pendukung Ikhwanul Muslim diadili secara massal dan ratusan di antaranya dijatuhi hukuman mati atau hukuman penjara dengan masa yang panjang.

Pada 2014, Mesir mendakwa Mursi dan sembilan orang lainnya membahayakan keamanan nasional dengan membocorkan rahasia negara serta dokumen-dokumen sensitif kepada Qatar.

Hubungan Mesir dengan Doha sudah bermasalah karena Qatar mendukung Mursi.

Mesir merupakan salah satu dari empat negara Arab dalam kelompok yang dipimpin Arab Saudi yang memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni.

Mereka menuding Qatar memberikan dukungan bagi kelompok-kelompok militan dan bekerja sama dengan saingan kelompok negara itu, Iran. Doha membantah tuduhan-tuduhan itu, demikian Reuters.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help