WartaKota/

Krisis Rohingya

Keluarga Alumni UGM: Amien Rais Ikut Makan tapi Membabi Buta Menyerang Kepala Keluarga

Eko mengatakan, Amien Rais sejatinya harus ikut mengawal pemerintahan, dan bukan malah menyerang.

Keluarga Alumni UGM: Amien Rais Ikut Makan tapi Membabi Buta Menyerang Kepala Keluarga
The Jakarta Post/Dhoni Setiawan
Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais (tengah) memberikan keterangan pers terkait namanya yang disebut menerima aliran dana, dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, di kediamannya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017). Amien Rais mengaku menerima Rp 600 juta dari bantuan dana operasional dari Soetrisno Bachir, bukan dari aliran dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan yang menyeret mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ikut berorasi di Aksi Bela Rohingya 169 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017) kemarin.

Dalam orasinya, Amien Rais menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo lambat dan hanya pencitraan, dalam upaya menyelesaikan kasus kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Keluarga Alumi Universitas Gadjah Mada (Kagama) Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Suwanto, menilai pernyataan Amien tersebut tidak elok.

Baca: Inilah Video Amien Rais Bilang Pemerintah Rabun Ayam dan Ajak Berjihad, Dikecam Alumni UGM

Baca: Netizen Anggap Jokowi Jawab Tudingan Prabowo Soal Pencitraan Rohingya dengan Cara Ini

Baca: Soal Krisis Rohingya, Amien Rais: Rezim Jokowi Terlalu Terlambat dan Hanya Pencitraan

Menurutnya, memberikan bantuan kepada mereka yang mengalami kekerasan di negara lain, sudah jadi kewajiban konstitusional negara, sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945.

"Serangan Amin Rais pada pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, itu tindakan ngawur dan tidak tahu diri," kata Eko dalam keterangan tertulis, Minggu (17/9/2017).

Eko mengatakan, Amien Rais sejatinya harus ikut mengawal pemerintahan, dan bukan malah menyerang.

Baca: Jokowi Pernah Bertanya kepada Fahri Hamzah, Kok Berantem Terus Sama KPK?

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help