WartaKota/

Krisis Rohingya

Jokowi Dituding Pencitraan, Tjahjo Kumolo: Tanya ke Pemerintah Myanmar Saja

Bukan cuma bantuan, pemerintah, kata Tjahjo juga langsung bereaksi ketika ada kekerasan terhadap warga Rohingya.

Jokowi Dituding Pencitraan, Tjahjo Kumolo: Tanya ke Pemerintah Myanmar Saja
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mendampingi Presiden Joko Widodo melepas keberangkatan empat pesawat Hercules C-130 ke Bangladesh, dalam rangka bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017). 

WARTA KOTA, KEBON SIRIH - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak sepakat dengan tudingan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Amien Rais, yang menyebut bantuan pemerintah ke warga Rohingya di Myanmar adalah pencitraan.

"Tanya ke Pemerintah Myanmar saja, yang pencitraan siapa? Pak Jokowi ada buktinya kok mengirim. Diplomasi dengan mengirim perwakilan pemerintah. Satu-satunya Menlu yang diterima oleh Myanmar di sana," kata Tjahjo usai menghadiri acara ulang tahun ketujuh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih, Minggu (17/9/2017).

Menurutnya, bantuan yang dikirim ke Myanmar bukan baru kemarin. Bukan cuma bantuan, pemerintah, kata Tjahjo juga langsung bereaksi ketika ada kekerasan terhadap warga Rohingya.

Baca: Kata Prabowo Subianto, Bantuan Pemerintah untuk Warga Rohingya Hanya Pencitraan

"Januari lalu sudah mengirim, enggak hanya kemarin loh. Kalau hanya mengirim kemarin, ditambah pakai demo. Pak Jokowi ya kerja, action ada buktinya," ujar Tjahjo.

Sebelumnya, Prabowo mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan, menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang," ucap Prabowo saat orasinya di Aksi Bela Rohingya 169 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help