WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Cegah Prostitusi Anak, LPAI Usulkan Pemutusan Jaringan Internet

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto menilai maraknya kasus pornografi melalui internet bisa diantisipasi pemutusan layanan internet.

Cegah Prostitusi Anak, LPAI Usulkan Pemutusan Jaringan Internet
Tribunnews.com
Seto Mulyadi

WARTA KOTA, SEMANGGI-Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, menilai maraknya kasus pornografi melalui internet bisa diantisipasi pemutusan layanan internet.

Hal tersebut, ia pelajari pada Amerika Serikat.

"LPAI, bersama Polri, bulan lalu diundang oleh Pemerintah Amerika Serikat khusus untuk memelajari fenomena kejahatan online. Salah satu poin penting, perusahaan-perusahaan penyedia jaringan internet (internet provider) di sana menetapkan larangan penggunaan internet untuk hal-hal yang berhubungan dengan pedofilia," kata Seto dalam acara Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pornografi Anak Online Melalui Medsos, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Larangan tersebut, lanjut Seto, juga termasuk dalam mengunjungi situs-situs seksual yang menjadikan individu kanak-kanak sebagai objeknya. 

Pelanggaran terhadap larangan tersebut dikenai sanksi berupa pemutusan internet, tanpa peringatan terlebih dahulu. 

"LPAI memandang kebijakan tegas serupa, jika dipraktekkan di sini, akan bisa melengkapi kerja-kerja pidana yang Polri lakukan," katanya.

Di samping masalah pornografi dan pedofilia berbasis daring, LPAI juga mencermati elemen orientasi seksual menyimpang, yaitu homoseksualitas.

Pada rapat di DPR RI, Desember 2016, pemerintah menyebut lesbian, gay, biseksual, transeksual (LGBT) sebagai masalah sosial yang mengancam kehidupan beragama, ketahanan keluarga, kepribadian bangsa, serta ancaman potensial terhadap sistem hukum perkawinan di Indonesia.

"Pemerintah juga menekankan fenomena LGBT menjadi ancaman bagi kehidupan bangsa Indonesia yang relijius. Dan spesifik relevan dengan perlindungan anak-anak, Pemerintah menggarisbawahi masalah LGBT mengancam generasi penerus," tegasnya.

Karena itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan penyedia layanan online agar menerapkan aturan blokir seketat mungkin.

Pihaknya ingin meyakinkan seluruh masyarakat untuk terus memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi ketahanan masyarakat dan bangsa. 

"Fondasi nilai-nilai agama, yang dipadukan dengan kecerdasan dan kearifan dalam bermedia sosial, serta pendidikan sejak dini tentang integritas heteroseksualitas, adalah mata pelajaran mutlak dalam kurikulum pengasuhan anak oleh segenap orang tua," ujarnya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help