Wakil Wali Kota Bogor Tetap Lantang Menentang Membangun Apartemen di Stasiun Bogor

MoU sudah ditanda tangan tapi harus ditindak lanjuti juga dengan perjanjian kerja sama (PKS), karena kita punya pengalaman pahit terkait Sukaresmi

Wakil Wali Kota Bogor Tetap Lantang Menentang Membangun Apartemen di Stasiun Bogor
Tribun Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman 

WARTA KOTA, BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman mengatakan bila pembangunan kawasan transit oriented debelopment (TOD) dan apartemen setinggi 18 lantai di Stasiun Bogor tetap berjalan, maka Pemerintah Kota Bogor harus mengalah dengan mengubah Perda nomor 8 tahun 2011 tentang RTRW wilayah Kota Bogor 2011-2031.

"Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)nya sudah jelas, jangan sampai kita mengalah demi investasi karena harus merubah Perda Kota Bogor nomor 8 tahun 2011 tentang RTRW wilayah Kota Bogor 2011-2031," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Baca: Kawasan Stasiun Bogor di Bangun Apartemen Diminta Jangan Tambah Semerawut Kota Bogor

Menurutnya, pembangunan berikutnya seharusnya tidak diorientasikan ke wilayah tengah, melainkan ke wilayah luar.

Usmar pun berujar bahwa seharusnya investor tidak menjalankan usaha di bangunan yang sudah berdiri.

"Kalau begitu ya curang dong," ucap Usmar seraya tersenyum.

Baca: Bappeda Kota Bogor: Pembangunan TOD di Stasiun Bogor Sesuai Tata Ruang

Meski penandatanganan nota kesepahaman sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor telah dilakukan, namun Usmar justru berkata harus ada kajian lebih mendalam lagi soal rencana tersebut.

"MoU sudah ditanda tangan tapi harus ditindak lanjuti juga dengan perjanjian kerja sama (PKS), karena kita punya pengalaman pahit terkait sukaresmi," jelasnya.

Walu begitu, lanjut Usmar, bukan berarti Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menolak investasi, sebab Kota Bogor membutuhkan infrastruktur yang ditunjang oleh para investor.

Baca: Usmar Hariman Sebut Pembangunan Apartemen di Stasiun Bogor Tak Sesuai Aturan Tata Ruang

"Jadi memang harus ada kajian lebih menyeluruh kaitan dengan investasi, karena wilayah yang kita kembangkan dan disepakati dalam perda RTRW masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan," tandasnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help