WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Wartawan Dilarang Meliput Reka Ulang Upaya Penculikan Murid SD di Tanjung Duren

Ilham, salah satu wartawan televisi, mengaku tidak puas dengan jawaban Polsek Tanjung Duren.

Wartawan Dilarang Meliput Reka Ulang Upaya Penculikan Murid SD di Tanjung Duren
WARTA KOTA/BINTANG PRADEWO
Pihak Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren mereka ulang kejadian upaya penculikan yang dialami pelajar SDN 01 Tanjung Duren, Kamis (14/1/2017) siang. 

WARTA KOTA, TANJUNG DUREN - Pihak Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren mereka ulang kejadian upaya penculikan yang dialami pelajar SDN 01 Tanjung Duren, Kamis (14/1/2017) siang.

Namun, proses penyelidikan terhadap kasus itu digelar tertutup oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patang Birana meminta awak media tidak meliput reka ulang dan pemeriksaan saksi dan korban. Ia beralasan, anak-anak dilindungi undang-undang, sehingga pihak kepolisian melarang belasan awak media melakukan kegiatan jurnalistik.

Baca: Bocah SD Gigit Tangan Penculik karena Diajari Orangtua

"Maaf ya teman-teman. Ini menyangkut anak-anak," ucapnya.

Dia menuturkan, psikologi anak-anak akan menurun kalau wartawan meliput kegiatan reka ulang tersebut. Padahal, fungsi pengawasan dari awak media penting dilakukan agar kasus itu cepat terusut tuntas.

"Nanti saja di Polsek Tanjung Duren. Kalau belum makan nanti di polsek saja dulu," ujarnya.

Baca: Video Pengakuan Anak SD Tanjung Duren Mau Diculik Viral di Media Sosial

Ilham, salah satu wartawan televisi, mengaku tidak puas dengan jawaban Polsek Tanjung Duren.

"Kita enggak dapat gambar, gimana ini?. Di sini mah banyak yang jual rokok ama kopi," cetusnya. (*)

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help