WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Naik ke Tahap Penyidikan, Azhari Yakin di Pihak yang Benar dalam Kasus Kepemilikan Saham

Permasalahan kepemilikan saham dua perusahaan yang berbuntut saling lapor di Polres Metro Jakarta Selatan memasuki babak baru.

Naik ke Tahap Penyidikan, Azhari Yakin di Pihak yang Benar dalam Kasus Kepemilikan Saham
Istimewa
ILUSTRASI Persidangan 

WARTA KOTA, CILANDAK --- Permasalahan kepemilikan saham dua perusahaan yang berbuntut saling lapor di Polres Metro Jakarta Selatan memasuki babak baru.

Azhari, pihak yang mengaku sebagai pemilik saham di PT Karya Telindo Nusantara (KTN) mengaku lega, laporan dirinya terhadap petinggi PT Nexcom Indonesia telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

"Perkara pidananya sudah naik tahap penyidikan. Ini berarti ada indikasi pidana seperti yang saya laporkan," kata Azhari saat menggelar jumpa pers di kawasan Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (13/9).

Sebelumnya, Azhari melaporkan telah terjadi dugaan penipuan dan penggelapan aset perusahaan, di mana sebagian saham milik PT KTN yang berada di PT Nexcom Indonesia tiba-tiba hilang tanpa adanya penjelasan yang jelas dari pihak manajemen.

"Saham saya selaku pemilik PT KTN tiba-tiba menyusut dari 36,25 persen menjadi 29 persen. Akibatnya KTN alami kerugian sebesar Rp2,8 miliar atau setara 7 persen nilai saham sebelumnya," imbuhnya.

Selain membawa masalah itu ke pidana, pemegang saham dan perseroan saat ini sedang bertarung dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada agenda sidang Rabu (13/9/2017), Azhari selaku pemilik saham membuktikan keabsahan semua dokumen yang dimilikinya juga membuktikan tuduhan penggelapan dan rekayasa yang menurutnya dilakukan pihak perseroan.

AZHARI, pihak yang mengaku sebagai pemilik saham PT Karya Telindo Nusantara
AZHARI, pihak yang mengaku sebagai pemilik saham PT Karya Telindo Nusantara (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Saya juga sudah bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk sementara membekukan izin Nexcom Indonesia yang diketahui merupakan pionir kegiatan usaha radio trunking di tanah air. Ini untuk mengantisipasi kerugian lebih banyak lagi pemilik saham karena sejak proses hukum berjalan saya selaku pemilik saham tidak pernah mendapat laporan keuangan resmi dari pihak perusahaan," terangnya.

"Pemegang saham menuduh para pengurus sengaja membuat kesan seolah-olah ada konflik di internal pemegang saham agar membatasi pemegang saham terhadap kegiatan usaha dan data keuangan perseroan. Kondisi ini terus dipertahankan hingga perusahaan tidak lakukan RUPS Tahunan yang sebenarnya itu kewajiban pengurus sesuai undang-undang," paparnya.

Azhari berharap agar segala proses hukum segera selesai agar kerugian yang ditimbulkan tidak semakin besar.

Membantah

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help