WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kampung Bayam Dijuluki Menyeramkan dan Kumuh

Namun, tidak jauh dari Taman BMW, terdapat ratusan bedeng yang membuat lingkungan sekitar Taman BMW jadi terpantau kumuh dan jorok.

Kampung Bayam Dijuluki Menyeramkan dan Kumuh
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Diketahui, Kampung Bayam ini sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. Tidak hanya itu saja, selain kumuh Kampung Bayam ini diduga sebagai tempat pelarian sejumlah preman dan pengemis hingga pemulung. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, saat ini makin yakin jika Kota Jakarta Utara nantinya memiliki Stadion Olahraga Bertaraf internasional, yang akan didirikan di Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW), Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Namun, tidak jauh dari Taman BMW, terdapat ratusan bedeng yang membuat lingkungan sekitar Taman BMW jadi terpantau kumuh dan jorok.

Pantauan Warta Kota di lokasi, ratusan rumah semi permanen, nampak menghiasi pinggiran lingkungan Taman BMW.

Pemukiman disebut Kampung Bayam ini, terlihat kumuh dan jorok.

Beberapa warga yang kediamannya pun dibibir tembok pembatas rel Kereta Api (KA), nampak rela bertahan tinggal di bedeng, dan tergolong miskin.

Di lokasi tersebut, Husein Murad yang sebagai Wali Kota Jakarta Utara sempat sebut jika tanah yang dihuni warga Kampung Bayam itu, merupakan tanah milik pemerintah.

Kampung Bayam tersebut, berlokasi di sebuah sempit yang hanya selebar dua tiga meter.

Tak hanya itu, kanan dan kiri gang tersebut terlihat dihiasi bangunan semi permanen.

Diketahui, Kampung Bayam ini sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.

Tidak hanya itu saja, selain kumuh Kampung Bayam ini diduga sebagai tempat pelarian sejumlah preman dan pengemis hingga pemulung.

"Kampung Bayam itu, kalau menurut saya mas memang kampung yang seram. Kan, tempat si preman-preman, penjahat, serta para calo-calo tilang STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) bahkan lokasi para pengemis serta pemulung tinggal di sana ya. Kalau saya ke sana, sempit gangnya malah buat saya seram juga. Ngeri-ngeri lah pemuda di sana. Beringas menurut saya," ujar seorang tukang ojek pangkalan, Ahmidi (49), di sekitar kawasan tersebut, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu, salah seorang petugas oranye di wilayah Kelurahan Papanggo, Ibnu (36) juga menerangkan hal yang sama.

Beberapa teman seprofesinya juga enggan memasuki kawasan Kampung Bayam karena takut dipalak puluhan pemuda yang tinggal di wilayah itu.

"Itu kayak Kampung penjahat pak. Dulunya, itu kampung enggak seseram itu. Kalau masuk ke sana bawaannya takut karena banyak pemuda yang doyan malak. Kan jadi pak ogak tuh di rel kereta. Rumahnya mereka di Kampung Bayam. Kalau mau bersihin lingkungan sana saya suka mikir-mikir dulu. Kadang, saya biarin daripada saya kenapa-kenapa pas masuk ke Kampung Bayam. Kondisinya pun memang kumuh," jelas Ibnu.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help