WartaKota/

Dorong Kemandirian dan Daya Saing, Astra Berangkatkan Lagi 22 UMKM ke Jepang

Puluhan pelaku UMKM binaan Astra dikirimkan ke Jepng untuk mengikuti pelatihan kemandirian usaha dan peningkatan daya saing.

Dorong Kemandirian dan Daya Saing, Astra Berangkatkan Lagi 22 UMKM ke Jepang
Warta Kota/Feryanto Hadi
Acara pelepasan pemberangkatan 22 UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ke Jepang untuk mengikuti pelatihan The Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Osaka Jepang. Acara ini berlangsung di Jakarta, Senin (11/9/2017) 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU--Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali memberangkatkan puluhan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) binaan mereka ke Jepang untuk mengikuti pelatihan kemandirian usaha dan meningkatkan daya saing sebagai bagian dari The Program on Corporate Management for Indonesia.

Sekretaris Pengurus YDBA, Mohammad Iqbal, menjelaskan pemberangkatan ini adalah kali keenam kalinya yang mereka lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas UMKM mitra dampingan.

Pemberangkatan Angkatan I dilakukan pada 2013 dengan jumlah 24 UMKM; Angkatan II dan III pada 2014 sebanyak 48 UMKM, Angkatan IV pada 2015 sebanyak 22 UMKM, dan Angkatan V tahun 2016 lalu 21 UMKM.

"Tahun ini kami memberangkatkan lagi 22 UMKM yang bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan," kata Iqbal dalam keterangan pers yang diterima Warta Kota, Rabu (13/9).

Iqbal menjelaskan, pelatihan ini akan berlangsung selama dua minggu di Kansai Kenshu Center, Osaka, Jepang, yakni pada 13 – 26 September 2017.

Program ini, lanjut Iqbal, merupakan kerjasama YDBA, Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dan Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI).

AOTS adalah organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang untuk mempromosikan kerjasama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar dan program lainnya.

"Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM excellence di Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen.

Mereka diharapkan mampu menganalisis masalah-masalah yang terjadi di perusahaan masing- masing, serta dapat memformulasikan rencana penyelesaiannya. 

"Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis dengan mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM Mitra YDBA," katanya.

"Di sini selain mendapat kesempatan menambah pengetahuan para pelaku UMKM juga akan belajar meningkatkan kemandirian dan daya saing. Ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi mandiri," tuturnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: YB Willy Pramudya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help