WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Buwas: Indonesia Darurat Narkoba tapi Tidak Semuanya Ikut Perang

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan peredaran narkotika yang masuk ke Indonesia.

Buwas: Indonesia Darurat Narkoba tapi Tidak Semuanya Ikut Perang
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
BNN musnahkan 39 kilogram sabu dari Malaysia melalui Aceh. 

WARTA KOTA, CAWANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan peredaran narkotika yang masuk ke Indonesia.

Setidaknya, sebanyak 39 kilogram sabu asal Malaysia diselundupkan melalui Aceh.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan jaringan narkotika dari Malaysia.

Dari hasil pengembangan tersebut, diperoleh informasi tentang adanya upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Aceh melalui jalur laut.

"Sebanyak 40 kilogram yang disita dari jaringan sindikat narkotika Aceh-Malaysia ini. Untuk kepentingan uji laboratorium ada beberapa yang disisihkan, sehingga barang bukti sabu yang dimusnahkan pada hari ini sebanyak 39,96 kilogram," tutur Kepala BNN Komjen Budi Waseso, di Kantor BNN, Cawang, Kamis (14/9/2017).

Baca: Baru Bisa Bawa Mobil Matik, Puspa Lupa Pindahkan Persneling Lalu Masuk Got

Dalam pengungkapan tersebut, setidaknya lima tersangka berhasil diamankan, yakni M (51), Z (40), TM (28), SY (39), dan MD (58), yang terlibat upaya penyelundupan dan peredaran gelap narkotika tersebut.

"Mereka walau kurir tapi sudah masuk jaringan. Jadi walau dia dipenjara, janjinya bandar yang di luar lapas, mereka akan dapat setoran penghasilan, untuk menyelundupkan narkotika," ungkasp Buwas.

Hingga saat ini, setiap bulan BNN menyita kurang lebih 100 kilogram sabu.

Dan dari penyitaan tersebut, setidaknya menyelamatkan kurang lebih 50 ribu orang setiap bulan.

Baca: Polisi Pastikan Aksi Kelompok Saracen Bermotif Ekonomi

"Kalau dilihat nilainya, menyelamatkan orang segitu dari operasi pemberantasan narkotika. Itu dari jenis sabu, belum lainnya," jelasya.

Melihat kondisi peredaran narkotika yang semakin mengancam generasi penerus bangsa, semua pihak perlu memerangi narkotika.

"Sebagai aparat negara dibantu TNI, PPATK, dalam menyelamatkan kehancuran dari narkotika yang masuk ke Indonesia.

Seperti yang disampaikan Presiden, darurat, tapi tidak semua ikut perang. Jadi hanya itu itu saja, dan hanya seperti ini. Mudah mudahan ke depan semua dapat merespons dalam penanggulangan narkotika yang masuk ke Indonesia," paparnya. (Joko Supriyanto)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help