WartaKota/
Home »

Seleb

» Gosipi

Astrid Tiar: Lebih Bebas di Indonesia daripada di London

Bintang film dan sinetron Astrid Tiar (31) mengaku, kehidupannya di London, Inggris justru tidak sebebas di Indonesia.

Astrid Tiar: Lebih Bebas di Indonesia daripada di London
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
ASTRID Tiar 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --- Bintang film dan sinetron Astrid Tiar (31) mengatakan bahwa kehidupannya di London, Inggris tidak bebas seperti di Indonesia.

Ia sempat mendapat teguran dari masyarakat Inggris, akibat dirinya mengaktifkan handphone ketika menggendong anak.

"Jadi di sana itu, setiap satu minggu sekali orang pada datang ke rumah. Saat itu, padahal cuma jawab telepon doang pas gendong anak, eh aku ditegor orang sana. Itu nggak boleh, katanya," kata Astrid Tiar ketika ditemui di Kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2017).

Orang (Inggris) yang menegur itu memberi alasan bahwa dirinya sebagai orang dewasa harus menjauhi anaknya yang masih kecil ketika mengangkat telepon.

"Telepon, kalau ada anak, harus jauh-jauh dulu. Jadi kalau ada keluarga mau telepon, telepon ke rumah aja. Jadi aku belajar, orang di sana justru lebih menghargai waktu dan menghargai kebersamaan," ucapnya.

Karena teguran itu lah, ibu tiga anak itu menerapkan kepada anak-anaknya untuk membatasi gadget dalam kesehariannya.

Terlebih kepada putri pertamanya, Dialucinta Annabel Estheressa, yang sudah semakin besar dan memungkinkan untuk memainkan gadget.

"Jadi aku ingin ajarkan dia kalau main (gadget) itu permainan yang berdua. Permainan pertama kayak main congklak, tapak gunung, petak umpet. Mainan zaman dulu aku ajarin," ungkapnya.

Alasan lain ia membatasi sang putri menggunakan gadget, dikarenakan banyak hal yang tidak bisa mendidik dan mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam informasi gadget, karena kan anaknya masih kecil jadi belum bisa menyaring informasi.

"Dia itu nonton youtube sehari hanya 5 menit. Jadi dia akan memainkan gadget, setelah dia sudah ngerjain PR, udah makan, udah mandi, dan udah semuanya," jelasnya.

"Dia datang ke aku, sudah dijabarkan semuanya kan, aku tinggal tanda tangan PRnya, semuanya udah. 'Sekarang aku mau nonton YouTube', katanya. 'Ya udah, 5 menit'. Udah selesai dia kembalikan ke aku. Walaupun sedih ya, tapi nggak apa-apa," imbuh Astrid.

Lanjut Astrid, membatasi gadget kepada anak sudah menjadi kwajibannya. Jika menggunakan gadget, Astrid menganjurkan untuk tidak menggunakan sendirian.

"Karena aku mengajarkan dia, kalau main itu sama temen, berdua minimal. Sama adeknya. Sama keponakan, ngga boleh sendiri. Karena aku lihat makin ke sini orang makin individualisme. Jadi aku pengen ajarkan dia kalo main itu minimal permainan yang dimainkan dua orang," ujar Astrid Tiar.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help