WartaKota/

Media Sosial

Viral, Bayi di Dalam Kandungan Meninggal Dunia Diduga Dokter Salah Penanganan

Setelah kasus bayi debora, kini seorang bayi dalam kandungan terpaksa meregang nyawa diduga karena salah penanganan dari dokter.

Viral, Bayi di Dalam Kandungan Meninggal Dunia Diduga Dokter Salah Penanganan
facebook
Jenazah bayi 

bahkan dokter yg menangani pasien ini melakukan pembohongan terhadap kapolres muna yg mengatakan bahwa kondisi bayi dalam kandungan sang ibu msh hidup, berbeda dengan pernyataan kepala piket tadi mlm dan didepan kapolres, bahwa bayi dlm kandungan sang ibu sejak semalam sdh tdk ada denyut jantun dan tdk bergerak lg.

blum lg pernyataan dokter bahwa jika bayinya sdh meninggal komandan, tdk perlu dioperasi,cukup diberikan perangsang.

Jenazah bayi
Jenazah bayi (Facebook/Machdin Mandar SE)

Tapi karena masih hidup sesuai diaknosa dokter yg menangani dilakukan operasi dgn beban awal pembelian obat luar sekitar 1.900.000, itupun hanya ada di apotik pribadi dokter tersebut.

Herannya, setelah operasi anak dalam kandungan sdh meninggal dgn badan terkelupas bagaikan sdh meninggal sejak kmr sore.

Pertanyaan, dimana pelayan medis selama beberapa jam.

Karena telah melakukan pembiaran terhadap pasien dgn melalaikan tugas tanggung jawab dan sumpahnya, yg menyebabkan hilangnya nyawa seseorang bayi yg tdk berdosa.

Baca: Tragis Si Ibu Hamil Dibunuh, Bayi di Dalam Kandungan Dicuri

Bagaimana menurut anda, keluarga korban kini melaporkan kejadian ini, namun sdh hampir 2 Jam, juga blum diterima laporannya.

Kita tggu saja sikap kapolres yg juga menjadi korban pembohongan yg dilakukan oknum dokter tersebut, menurut kapolres diruang bersalin kepada oknum tersebut, sy tdk ingin ada masalah yg mengganggu kamtibmas, minta kepada massa untuk bubar, dan mengatakan kepada dokter yg menangani, jika SOP.

Tidak sesuai akan sy proses sesuai hukum yg berlaku.

Facebook/Machdin Mandar SE
Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help