WartaKota/

Penderita di Bekasi Masih Anggap Kusta Penyakit Kutukan

Para penderita kusta di Bekasi ternyata masih ada yang beranggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan.

Penderita di Bekasi Masih Anggap Kusta Penyakit Kutukan
istimewa
Kusta 

WARTA KOTA, BEKASI-Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatibening, dr. Zulkifly Sanusi mengatakan, banyak penderita kusta di wilayahnya yang merasa minder atau memiliki malu yang berlebihan.

Dia malu karena stigma masyarakat tentang penyakit kusta adalah penyakit kutukan.

"Orang zaman dulu bilang kusta adalah penyakit kutukan. Tapi sebetulnya bukan dan bisa diobati bila pasien patuh berobat," ujar Zulkifly pada Rabu (13/9/2017).

Menurut dia, karena pasien merasa minder itu maka penyakit kusta sulit diobati.

Pasien kusta justru baru diobati ketika petugas melakukan pendataan ke rumah-rumah warga. Bahkan kasus itu kadang baru terungkap ketika pasien telah mengalami luka parah.

"Penyakit kusta harus segera ditangani dengan baik, salah satunya mengonsumsi obat selama 12 bulan," katanya.

Meski kusta adalah penyakit menular, para penderitanya tidak dikarantina. Mereka tetap berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan beraktivitas seperti biasa.

"Ada pasien yang sampai saat ini tetap bekerja dan berobat jalan terus," ungkapnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak mengucilkan para penderita kusta.

Sementara bagi penderita, sebaiknya segera melapor ke petugas medis agar penyakitnya tidak menyebar ke jaringan kulit yang lain.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help