WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kronologi Perampokan Matraman Versi Korban

Ahmad Farid (29) korban perampokan di Matraman menceritakan kejadian yang nyaris merenggut nyawanya tersebut.

Kronologi Perampokan Matraman Versi Korban
Joko Supriyanto
Barang bukti celurit yang disita polisi. 

"Kalo mau ambil barang ambil aja tapi saya jangan diapa-apain, tapi jangan ke kamar, ada anak saya dan istri sedang tidur," katanya.

Namun pelaku sempat memaksa ingin masuk kamar. Pelaku ingin mendobrak pintu kamar, namun Farid mencoba menghalang-halangi.

"Dari situ saya cuma kepikiran mati nggak apa-apa yang penting anak istri saya tidak apa-apa," terangnya.

Lantaran mencoba menghalangi untuk tidak masuk ke dalam kamar, dua pelaku mencoba mengikat Farid dengan lakban, sementara dua lainnya mengambil beberapa barang yang ada di warung.

"Mereka sudah lakban mulut saya dulu dan saat mereka mau lakban mulut saya, kondisi lakban menempel, sehingga pelaku yang saat itu memegang celurit meletakkan senjatanya itu di bawah. Sedangkan pelaku yang satunya ada di belakang temannya yang akan mengikat saya. Nah, saat mereka lengah saya berontak dan mengambil celurit milik pelaku," katanya.

Disaat itulah pelaku akhirnya balik disandera oleh Farid.

Melihat temannya terancam, pelaku lainya langsung kabur. Sementara istri Farid yang terbangun lalu keluar rumah untuk meminta tolong.

"Nah, pelaku yang keluar rupanya minta tolong ke temannya sehingga satu temannya datang lagi dan langsung mencoba membacok saya dengan parang. Saat itu saya sedang menyandera. Karena posisi saya di belakang pelaku, temannya itu asal membacok kena lengan kiri saya dan juga kena pelaku yang saya sandera," jelasnya.

Menurut Farid, saat itu ia masih sadar dan tidak emosional. Kalau emosi mungkin pelaku yang disanderanya dengan mengalungkan celurit ke lehernya akan terluka.

"Pas istri saya keluar itu masih ada satu pelaku yang bawa motor dengan mengenakan helm di depan warung. Akhirnya istri saya minta tolong dan selanjutnya pelaku lainya kabur ke arah barat," katanya.

Menurut Farid, saat istrinya keluar rumah dan minta tolong, pelaku yang berada di atas motor, sempat bilang ke warga jika tidak terjadi apa-apa.

"Kata istri saya, pelaku bilang tidak ada apa-apa hanya ribut masalah keluarga saat warga bertanya kepada pelaku yang saat itu di depan warung. Namun setelah pelaku keluar dan kabur baru warga menyadari bahwa terjadi perampokan," katanya.

Selanjutnya tak berselang lama polisi dan warga tiba dilokasi dan langsung mengamankan pelaku yang terkena bacok ke RS Polri Kramat Jati.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help