WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Bayi Debora

Komentari Kematian Bayi Debora, Pengamat Kesehatan: BPJS Kacau Balau!

Masyarakat banyak yang melakukan bullying kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga karena dugaan menelantarkan bayi Debora.

Komentari Kematian Bayi Debora, Pengamat Kesehatan: BPJS Kacau Balau!
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Makam Debora (4 bulan) yang meninggal karena kesulitan membayar administrasi pelayanan di rumah sakit. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Pengamat kesehatan Marius Widjajarta menyoroti peran BPJS Kesehatan terkait meregangnya nyawa bayi Tiara Debora. Menurutnya, kasus ini menunjukkan pelayanan BPJS Kesehatan masih kacau.

"Menurut saya, BPJS kacau balau. Perbandingan dengan Askes, di mana saat ada yang emergency boleh memilih RS mana aja meski tidak masuk dalam Askes. Setelah stabil, rujukannya ke RS yang masuk Askes," ujar Marius melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Tidak hanya itu, di masa Askes terdahulu, menurutnya penanganan emergency sudah dijamin sejak awal dengan kerja sama pihak Dinkes.

Baca: Ini Kesalahan Awal RS Mitra Keluarga Hingga Bayi Debora Meninggal

"Bayi Debora sebenarnya bisa ditangani, enggak perlu sampai meninggal seperti ini. Harusnya, kasus emergency sudah ditanggung oleh Dinkes sejak awal," paparnya.

Namun yang terjadi, lanjut dia, pihak BPJS Kesehatan tidak segan menyalahkan pihak provider kesehatan yang memberi pelayanan terhadap pasien.

"BPJS malah menyalahkan providernya, dokternya atau RS-nya yang dianggap salah dan dianggap ada gratifikasi dari pihak provider itu. Padahal seharusnya standarnya BPJS yang sudah memberi jaminan pelayanan emergency sejak awal," tutur Marius.

Baca: Ibu Debora: Benar-benar Jahat dan Kejam, Nyawa Anak Saya Hanya Selembar Kertas Administrasi

Kasus kematian bayi Debora masih jadi perbincangan hangat. Masyarakat banyak yang melakukan bullying kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga karena dugaan menelantarkan bayi Debora.

Namun, pihak RS berkali-kali menolak anggapan penelantaran itu. Manajemen meminta berbagai pihak untuk melihat substansi masalah yang terjadi, bukan menyorot soal tuduhan adanya penelantaran yang dikatakannya tidak benar.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help