WartaKota/

Dianggap Tak Mengerti Hukum oleh Komisi III, Ketua KPK: Kenapa Dulu Memilih Saya?

Agus juga menjawab sindiran sejumlah anggota Dewan soal latar belakang ilmu yang dimilikinya.

Dianggap Tak Mengerti Hukum oleh Komisi III, Ketua KPK: Kenapa Dulu Memilih Saya?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (paling kiri), Basaria Panjaitan (tengah), dan Alexander Marwata (kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bergantian dengan empat pimpinan lembaga anti-rasuah, menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan anggota Komisi III DPR.

Segala macam hal dicecar anggota komisi hukum tersebut, mulai dari ucapan Agus yang ingin menjerat Pansus Angket DPR dengan pasal menghalang-halangi, sampai protes permintaan anggota Dewan dipanggil yang terhormat.

Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dengan KPK, Agus juga menjawab sindiran sejumlah anggota Dewan soal latar belakang ilmu yang dimilikinya.

Baca: Fahri Hamzah: Daripada Bikin Mal Mendingan Bangun Apartemen untuk Anggota DPR

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini juga dituding tidak mengerti soal hukum, karena memang tidak memiliki latar belakang belajar ilmu tersebut.

"Soal latar belakang hukum, kalau komisioner kan yang memilih bapak-bapak (anggota Komisi III). Kenapa (dulu) memilih saya yang tidak berlatar belakang hukum?" kata Agus di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Mendengar ucapan Agus itu, ruangan rapat seketika dipenuhi tawa. Bahkan terdengar celetukan kata "pesanan pak", yang diduga diucapkan salah seorang anggota Komisi III. Dengan santai Agus kembali menjawab pertanyaan soal latar belakang pendidikan orang-orang di KPK.

Baca: Bagi Dokter Gigi Cantik Ini, Anak Kecil Adalah Pasien Paling Menantang

"Kemudian saya sulit menjawab kalau bapak menanyakan kami tidak berlatar belakang hukum. Kalau komisioner kan tanggung jawab di bapak semua," ucap Agus.

Pimpinan KPK memang dipilih oleh DPR. Hasil seleksi yang dilakukan panitia seleksi (Pansel) diserahkan ke DPR dalam hal ini Komisi III, untuk dilanjutkan dengan fit and proper test.

Agus Rahardjo adalah orang pertama yang menjabat Ketua KPK tanpa latar belakang pendidikan formal hukum, dan pengalaman di lembaga penegakan hukum.

Baca: Aurelie Moeremans Tetap Setia Dampingi Ello

Dalam voting yang diikuti sebanyak 54 Anggota Komisi III DPR, Agus mendapatkan 53 suara, disusul Basaria Panjaitan sebanyak 51 suara, Alexander Marwata 46 suara, serta Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang masing-masing mendapatkan 37 suara.

Pada 17 Desember 2015, Komisi Hukum DPR RI menetapkan Agus Rahardjo sebagai Ketua KPK terpilih periode 2015 sampai 2019. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help