WartaKota/

Di Jatibening, Penderita Kusta Bisa 20 Orang Setahun

Di Jatibening yang disebut Kampung Kusta Bekasi jumlah penderita bisa mencapai 20 orang dalam setahun.

Di Jatibening, Penderita Kusta Bisa 20 Orang Setahun
istimewa
Kusta 

WARTA KOTA, PALMERAH-Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatibening, dr. Zulkifly Sanusi mengatakan, disebut kampung kusta karena penderitanya adalah keluarga pasien itu sendiri.

Zulkifly mencatat, dalam setahun bisa ada 20 kasus kusta di wilayah setempat.

Jumlah itu tentunya lebih besar dari wilayah lain di Kota Bekasi.

"Jatibening penyumbang penyakit kusta terbesar bila dilihat dari grafik," ujar Zulkifly pada Rabu (13/9/2017).

Menurut dia, penderita kusta harus segera ditangani dengan baik. Bila penanganannya telat akan berdampak pada kecacatan fisik bahkan meninggal dunia.

"Asal kusta itu dari bakteri yang menyerang jaringan tepi kulit. Kalau didiamkan bisa cacat fisik," katanya.

Zulkifly menjelaskan, tanda-tanda seseorang menderita kusta adalah memiliki bercak merah di permukaan kulit dan kulit mengalami mati rasa. Proses penyebarannya pun dengan kontak langsung, bukan melalui udara.

"Kalau kontak kulit hanya sekali tidak perlu khawatir. Justru yang perlu dikhawatirkan itu bila kontak kulit selama 2 sampai 5 tahun, karena bisa tertular," jelasnya.

Meski berdampak pada kematian, namun dia mengimbau masyarakat tidak perlu risau. Soalnya peredaran bakteri itu bisa dicegah bila masyarakat menjaga lingkungan rumahnya.

Bagi penderita yang tengah menjalani pengobatan, tidak akan menularkan penyakit itu ke warga lain. Mereka telah mengonsumsi obat yang dikasih pemerintah secara gratis.

"Kalau dia sudah minum obat, tidak akan menularkan penyakit ini ke orang lain. Untuk proses penyembuhan, setidaknya pasien harus meminum obat selama 1 tahun," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help