WartaKota/
Home »

Bisnis

» Makro

Aprindo Dukung BI Soal Larangan Double Swipe

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mendukung kebijakan BI terkait larangan pembayaran Double Swipe (gesek ganda) kartu kredit/debit.

Aprindo Dukung BI Soal Larangan Double Swipe
Warta Kota/Hironimus Rama
KETUA Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey di sela-sela jumpa wartawan di kawasan SCBD Sudirman, Rabu (13/9). 

WARTA KOTA, SUDIRMAN --- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait larangan pembayaran Double Swipe (gesek ganda)  kartu kredit/debit di gerai ritel moden. Kebijakan ini tertuang dalam peraturan BI No. 18/40/PBI/2016.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan  pihaknya siap melaksanakan aturan ini dan memastikan gerai-gerai ritel modern di bawah asosiasi ini untuk tidak melakukan double swipe saat pembayaran dengan kartu debit atau kredit.

“Demi keamanan dan kenyamanan konsumen, Aprindo pastikan gerai-gerai ritel modern yang ada di bawah Aprindo tidak melakukan double swipe kepada konsumen yang hendak membayar menggunakan kartu debet atau kartu kredit,” ujar Roy Mandey kepada para wartawan di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (13/9).

Meskipun demikian, Roy menyayangkan minimnya sosialisasi peraturan ini sebelum diumumkan. Hal ini berdampak terhadap sedikit menurunnya transaksi di toko-toko ritel  modern yang ada di Tanah Air.

“Sudah ada laporan dari beberapa daerah, ada transaksi yang dibatalkan karena konsumen takut dengan double swipe ini. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau sosialisasi terhadap peraturan ini dilakukan dengan baik. Karena itu, kami meminta  BI dan atau pihak Bank segera melakukan sosialisasi  peraturan ini secara luas kepada masyarakat dan pelaku ritel yang menggunakan EDC dan mesin kasir sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” papar Roy.  

Aman

Lebih lanjut, Roy menegaskan bahwa pembayaran dengan menggunakan kartu kredit/debet di gerai anggota Aprindo aman dan tidak ada kebocoran data.

“Data transaksi ritel modern dilakukan terpusat dan tersimpan dengan baik di server komputer masing-masing perusahaan dan diakses hanya oleh mereka yang memiliki otoritas,” imbuhnya.

Menurut Roy, saat ini metode pembayaran di ritel modern secara garis besar ada dua. Pertama,  gesek kartu di EDC untuk pembayaran dan kasir melakukan input no kartu kredit/debet di mesin kasir. Proses ini dilakukan untuk memvalidasi transaksi penjualan. Kedua,  gesek kartu di mesin EDC namun Kasir tidak lagi melakukan input apapun di mesin kasir.

“Metode double swipe lebih cepat 15-20 detik dibandingkan manual. Jadi dengan gesek juga di mesin kasir itu untuk input nomor kartu secara otomatis. Sementara jika hanya boleh sekali gesek di mesin EDC, kasir harus input nomor kartu secara manual untuk transaksi pembayaran. Sehingga, dengan double swipe sebenarnya itu menghemat waktu pembayaran di kasir. Hal ini baik untuk mengurangi antrian,” ujar Roy.  (Hironimus Rama)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help