WartaKota/
Home »

Bogor

Weeew di Gunung Ijen Ada Taksi Manusia, Kayak Apa Sih

"Ojek" maupun "taksi" di Gunung Ijen sebenarnya adalah sebuah gerobak yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa ditumpangi oleh manusia.

Weeew di Gunung Ijen Ada Taksi Manusia, Kayak Apa Sih
Kompas.com
Pengojek atau supir supir taksi mengantarkan wisatawan untuk menuruni jalur pendakian Gunung Ijen, Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan wisatawan menggunakan gerobak.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO) 

WARTA KOTA, BOGOR - Selama mendaki Gunung Ijen, Jawa Timur, tawaran untuk naik "ojek" dan "taksi" lazim ditemukan. Memangnya di mana dan bagaimana "ojek"dan "taksi" itu beroperasi?

Eits, jangan langsung diterjemahkan secara harfiah tawaran tersebut. "Ojek" maupun "taksi" di Gunung Ijen sebenarnya adalah sebuah gerobak yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa ditumpangi oleh manusia. Penggeraknya pun manusia, bukan menggunakan mesin.

"Ini gerobaknya buat sendiri. Jadi nanti tamu tinggal duduk saja," kata salah seorang "supir taksi" di Gunung Ijen, Dian Marsino (29) kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Gerobak bisa digunakan dengan cara didorong. Panjangnya bervariasi, mulai dari satu meter. Di bagian belakang gerobak ada dua batang besi sebagai alat kemudi.

Seorang supir taksi lainnya mengatakan, gerobak ini adalah hasil buatan salah seorang warga Banyuwangi. Sekali membuat gerobak diperlukan biaya mencapai Rp 1,5 juta. 

"Ini tromolnya pakai punya motor. Jadi ada kampas remnya. Bannya juga pakai ban motor. Remnya dijamin pakem," ujarnya.

Ukuran ban motor yang digunakan bervariasi. Ada yang menggunakan pelek berdiameter 17 inci, ada juga yang menggunakan pelek berdiameter 16 inci.

Bagian dalam gerobak biasanya dimodifikasi menggunakan busa. Alasannya, agar membuat wisatawan lebih nyaman ketika naik gerobak di medan pendakian yang bergelombang.

"Ini rangkanya dibuat dari besi. Dijamin aman," ujar laki-laki itu sambil menyakinkan. 

Wisatawan bisa duduk dengan meluruskan kaki. Pilihan lainnya, wisatawan bisa duduk dengan menekuk kaki.

Di bagian alat kemudi, ada dua tuas rem yang disambungkan dengan kabel atau besi. Mekanisme rem pada "taksi" Gunung Ijen menggunakan tromol.

Menurut Marsino, jasa "taksi" di Gunung Ijen ini sudah hadir sejak tahun 2015. Penjual jasa itu biasanya menyambi bekerja sebagai penambang atau pengangkut batu belerang di Gunung Ijen. (Wahyu Adityo Prodjo)

Berita Ini Sudah Dimuat di Kompas.com Berjudul "Taksi Manusia" di Gunung Ijen, Begini Faktanya...

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help