WartaKota/

Sebanyak 32 Kejadian Angka Kematian Bayi di Tangerang

Jajarannya mempunyai program khusus, yakni program Sijari Emas yang merupakan Sistem Jejaring Rujukan Gawat Darurat Ibu dan Anak.

Sebanyak 32 Kejadian Angka Kematian Bayi di Tangerang
dok. Puspemkot Tangerang
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Dan Neonatal di Kota Tangerang pada Februari 2016 lalu. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang berupaya menekan angka kematian pada bayi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Kota Tangerang'>Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Henni Herlina.

"Sebagai informasi untuk tahun 2017 ini angka kematian bayi di Kota Tangerang mencapai 32 kejadian," ujar Henni pada Selasa (12/9/2017).

Menurut Henni, sebenarnya terjadi tren penurunan dibandingkan pada tahun lalu.

Namun pihakanya terus melakukan berbagai upaya dalam segi pelayanan guna menekan angka kematian pada bayi yang ada di Kota Tangerang ini.

"Lebih rendah jika dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 83 kematian pada bayi," ucapnya.

Ia mengungkapkan guna menangani permasalahan ini jajarannya mempunyai program khusus, yakni Sistem Jejaring Rujukan Gawat Darurat Ibu dan Anak .

"Program ini langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata Henni.

Henni menjelaskan, Kota Tangerang juga memiliki program Sijari Emas yang di dalamnya ada sistem yang merujuk pasien ibu hamil mau pun bayi berusia sampai 11 bulan ketika sedang sakit.

"Ketika di klinik atau pun Puskesmas di tempat saat warga berobat ada keterbatasan alat, maka bidan atau dokter bisa langsung merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya," imbuhnya.

Ia merinci pada tahun 2017 ini sudah ada sebanyak 1.251 laporan khusus ibu melahirkan dan 134 bayi yang mendapat rujukan karena kondisi darurat.

"Operator yang bertugas adalah para bidan dan berjaga 24 jam secara bergantian. Sehingga dapat melayani masyarakat secara maksimal," tutur Henni seraya menambahkan, nomor yang bisa dihubungi adalah call center 021-557700271

Ia berharap dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan ibu dan bayi.

"Ketika ada anggota keluarga yang sakit, jangan kalah oleh panik. Langsung menuju Puskesmas atau Klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Tri Broto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help