WartaKota/

Pria Paruh Baya Ditangkap di Saat Edarkan Uang Palsu Rp 3 juta

Merasa aksinya berhasil, tersangka kemudian mencoba kembali bertransaksi menggunakan upal itu ke warung warga lain berinisial A.

Pria Paruh Baya Ditangkap di Saat Edarkan Uang Palsu Rp 3 juta
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Upaya untuk memberantas bisnis uang palsu. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pengedar uang palsu (upal) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ditangkap polisi, Selasa (12/9) pagi.

Pelaku adalah ET (58) bin Y, warga Sukasari RT 01/04 Desa Karawang Wetan, Karawang Timur ini kemudian digelandang ke Mapolsek Tambun untuk diperiksa penyidik.

Kapolsek Tambun Komisaris Bobby Kusumawardhana mengatakan, kasus itu terungkap saat ET baru saja membelanjakan sebungkus rokok seharga Rp 34.000 di warung milik MR di Jalan Kenari 1 Blok C1 RT 05/15, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Saat itu, ET membayar dua bungkus rokok tersebut dengan uang palsu pecahan Rp 100.000 baru.

"Korban yang merasa itu uang asli kemudian memberi uang kembalian ke pelaku sebesar Rp 66.000," kata Bobby pada Selasa (12/9/2017).

Merasa aksinya berhasil, tersangka kemudian mencoba kembali bertransaksi menggunakan upal itu ke warung warga lain berinisial A.

Saat itu, dia membeli sebungkus rokok seharga Rp 17.000, sehingga ET mendapat uang kembalian asli sebesar Rp 83.000.

"Ketika pelaku berlalu, korban A curiga dengan uang pecahan Rp 100.000 yang diperoleh dari tersangka, sehingga dia menilai bahwa itu adalah upal," ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, A curiga dengan uang pemberian tersangka karena tulisannnya terlihat buram dan warna merahnya sangat mencolok. Bahkan tidak ada tanda air di dalam uang tersebut. "Baham kertas upal juga lebih kasar, tidak lembut seperti uang asli," jelasnya.

Menurut Bobby, saat yakin bahwa itu upal, korban A kemudian melaporkan hal ini ke Mapolsek Tambun. Rupanya, pemilik warung lainnya MR juga melaporkan hal itu ke polisi. Berkat informasi kedua saksi, petugas kemudian menangkap pelaku tanpa perlawanan yang tidak jauh dari rumah pelapor. "Tersangka masih diperiksa penyidik untuk mengungkap asal usul upal itu," katanya.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Komisaris Kunto Bagus menambahkan, petugas menyita barang bukti berupa upal sebesar Rp 2,8 juta dari pelaku dan Rp 200.000 dari kedua korban. Bila ditotal, upal yang dibawa tersangka saat itu senilai Rp 3 juta. "Pelaku mengambil keuntungan dengan mengedarkan upal pecahan Rp 100.000," kata Kunto.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Kunto, upal tersebut diperoleh ET dari rekannya berinisil AM di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. AM dan ET kemudian sepakat akan membagi hasil upal uang ditukarkan itu dari hasil bertransaksi. "Mereka sengaja menyasar warung, karena tidak memiliki alat pendeteksi upal. Berbeda bila di minimarket, sudah pasti ada alat itu," jelas Kunto.

Kunto mengatakan, bila diperhatikan secara seksama antara upal itu dengan uang asli hampir menyerupai. Dia menyakini, masyarakat pasti tak menyangka dan bisa terkecoh. Apalagi uang palsu ini dibelanjakan pelaku di malam hari. "Kondisi upal ini sangat mirip, hampir tidak ada perbedaan. Namun apabila diperhatikan secara seksama dan melalui sinar ultraviolet akan terlihat perbedaannya," katanya.

Sampai saat ini, polisi masih mengejar tersangka AM sebagai pemasok upal tersebut ke ET. Keterangan tersangka AM sangat dibutuhkan untuk mengugkap sindikat upal tersebut. Akibat perbuatannya, ET terancam dijerat pasal 26 ayat 2 Undang-undang RI nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help