Pemilik Warung Sembako Rampas Celurit dari Perampok, Kejadian Selanjutnya Bikin Merinding

Aksi perampokan terjadi di sebuah warung sembako di Jalan Kayu Manis 8 Rt.11/07 No.35, Kayu Manis, Matraman Jakarta Timur, Selasa (12/9) dini hari.

Pemilik Warung Sembako Rampas Celurit dari Perampok, Kejadian Selanjutnya Bikin Merinding
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, MATRAMAN - Aksi perampokan terjadi di sebuah warung sembako di Jalan Kayu Manis 8 Rt.11/07 No.35, Kayu Manis, Matraman Jakarta Timur, Selasa (12/9) dini hari.

Akibatnya Ahmad Farid (29) pemilik warung mengalami luka bacok akibat senjata tajam saat berduel dengan pelaku perampokan.

Sementara pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Polri lantaran mengalami beberapa luka bacok akibat korban melakukan perlawanan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo membenarkan kejadian tersebut, menurutnya kejadian tersebut terjadi sekitar 01.30 WIB.

Dimana beberapa pelaku mengendarai sepeda motor dan pelaku lainya menjalankan aksi perampokan.

Namun lagi-lagi pelaku bertekuk lutut dihadapan korban. Yakni luka bacok dialami oleh pelaku Fahrul Hidayat (22) atas kejadian tersebut seketika pelaku jatuh terkapar.

"Korban diancam dengan celurit, selanjutnya korban merebut celurit yg dipegang salah satu pelaku atas nama Fahrul dan melakukan perlawanan. Saat pelaku terjatuh, kedua pelaku lainnya berhasil melarikan diri," kata Andry Wibowo, Selasa (12/9)

Dari pertikaian akhirnya memancaing perhatian warga setempat. Kemudian, tim Neighboorhood And Community Security System (NCSS) Polres Jakarta Timur datang ke lokasi. Seketika, mereka pun berhamburan melarikan diri.

Hasil sementara pelaku pencurian berjumlah delapan orang termasuk Farid. Mereka masih berusia muda.

Sampai saat ini pencaraian masih dilakukan. Beberapa barang seperti rokok, handphone dan uang tunai raib disikat pelaku. Jika ditotalkan mencapai Rp 16 juta.

Kondisi yang terjadi memaksa pihaknya untuk meningkatkan pengawasan ketat. Penyisiran yang dilakukan oleh tim gerak cepat Rajawali akan lebih digencarkan.

Tidak hanya itu, tim NCSS telah dibentuk, yakni tim tersebut beranggota masyarakat dalam naungan Binmas. Mereka bertugas untuk menjaga dan melaporkan kondisi wilayahnya masing - masing.

Sementara itu atas tindakan yang dilakukan oleh korban, polisi tidak akan menjeratnya kedalam kasus pidana, karena korban melakukan pembelaan diri yang membuat nyawanya terancam.

Namun demikian kepolisian akan tetap akan melakukan audit dalam kasus ini seperti pemeriksaan keterangan saksi. Sementara polisi akan memburu pelaku yang melarikan diri. (Joko Supriyanto)

Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved