Bayi Debora

Dilaporkan Polisi, RS Mitra Keluarga Diancam Pasal 190 UU Kesehatan

RS Mitra Keluarga Kalideres dilaporkan oleh Polda Metro Jaya dan terancam Pasal 190 UU Kesehatan lantaran menelantarkan pasien dalam kondisi darurat.

Dilaporkan Polisi, RS Mitra Keluarga Diancam Pasal 190 UU Kesehatan
Warta Kota/Bintang Pradewo
NENDYA Libriyani, Humas RS Mitra Keluarga saat jumpa pers di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --- Belum adanya laporan Kepolisian yang dilayangkan oleh pihak keluarga atas kasus dugaan penelantaran oleh RS Mitra Keluarga Kalideres yang mengakibatkan meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang pada Minggu (3/9) lalu, pihak Polda Metro Jaya mengambil keputusan untuk melaporkan pihak rumah sakit. 

Keputusan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono lantaran kasus dugaan penelantaran tersebut telah menyita perhatian publik saat ini.

Baca: Bertemu Orangtua Debora, Kadis Kesehatan DKI Temui Perbedaan Penjelasan

"Dengan adanya informasi banyak di media sosial ya berkaitan dengan kasus itu, kemudian Polda Metro Jaya dan Ditreskrimsus kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan laporan polisi. Anggota sudah melakukan laporan polisi dan tentunya sampai hari ini, anggota sedang mencari klarifikasi dari beberapa pihak terkait dengan kasus itu," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya pada Selasa (12/9).

Terkait hal tersebut, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah memanggil sejumlah saksi, di antaranya pihak rumah sakit dan pihak keluarga korban. 

Baca: Polisi Bakal Usut Kematian Bayi Deborah

"Ada beberapa saksi yang kami tanyakan dan nanti juga rumah sakit akan kami tanyakan semua. Setelah mendapatkan beberapa saksi dan barang bukti ya pasti akan kami gelar (perkara). Seperti rumah sakit, keluarga seperti istri, suami. Kemudian apakah ada perawat yang bayi itu dirujuk atau dimasukkan ke rumah sakit itu. Semua yang berkaitan dengan bayi itu pasti akan kami mintai keterangan," jelasnya. 

Lebih lanjut ungkapnya, apabila ditemukan adanya unsur pidana, RS Mitra Keluarga Kalideres katanya dapat dijerat Pasal 190 Undang-undang Kesehatan lantaran menelantarkan pasien dalam kondisi darurat.

"Nanti kami lihat dulu fakta-fakta di persidangan ya. Apakah memenuhi unsur atau tidak, akan kami kenakan pasal 190 UU Kesehatan yang membiarkan pasien yang harus ditangani padahal sakit berat," tutupnya. 

Baca: Ini Kesalahan Awal RS Mitra Keluarga Hingga Bayi Debora Meninggal

Seperti diketahui sebelumnya, Tiara Deborah Simanjorang, seorang bayi perempuan meninggal dunia ketika dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (3/9) lalu. Orangtua Debora, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang mengaku jika kematian anak pertamanya itu karena ditelantarkan pihak rumah sakit lantaran tidak memiliki uang. 

Walau telah memohon pihak rumah sakit untuk menindaklanjuti keluhan anaknya yang terlihat sesak nafas dengan membayarkan uang sebesar Rp 5 juta dari total Rp 19, 8 juta biaya administrasi, orangtua Debora mengaku anaknya hanya ditempatkan di Unit Gawat Darurat (UGD), bukan Pediatric Intensif Care Unit) seperti yang disarankan dokter. 

Keluh kesah sang ibunda, Henny pun dituangkan dalam media sosial Facebook dan menjadi viral, terlebih ketika Deborah dikabarkan meninggal dunia usai tergantung nasibnya selama 7,5 jam. Sementara, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres membantah sangkaan orangtua Deborah, mereka menyatakan telah berupaya maksimal untuk merawat Debora.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help