WartaKota/

Pembangunan Airport Operation Control Center di Bandara Soekarno-Hattta Telan Rp 100 Miliar

Pembangunan pada soft infrastructure seperti menghadirkan AOCC ini, dari sisi investasi masih lebih kecil dibanding hard infrastructure.

Pembangunan Airport Operation Control Center di Bandara Soekarno-Hattta Telan Rp 100 Miliar
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Ground breaking pembangunan Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/9/2017). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Pembangunan Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menelan dana hingga ratusan miliar rupiah. 

"Nilai investasinya sekitar Rp 100 miliar," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin, ditemui dalam acara ground breaking AOCC di Bandara Soetta, Senin (11/9/2017).

Ia menjelaskan, pembangunan ini untuk mendukung terwujudnya smart connected airport di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, saat ini masuk era bandar udara terkoneksi atau smart airport connected.

Baca: Masinton: Dana Operasional KPK Lebih Besar tapi Uang Negara yang Dikembalikan Tidak Signifikan

"Sekarang ini kami tidak hanya fokus pada hard infrastructrure, tapi kepada soft infrastructure," ucapnya.

Awaludin mengungkapkan, pembangunan pada soft infrastructure seperti menghadirkan AOCC ini, dari sisi investasi masih lebih kecil dibanding hard infrastructure.

"Soft infrastructure jauh lebih kecil investasinya, pelaksanaan soft lebih cepat dibanding hard infrastructure, begitu juga dengan penyelesaiannya," katanya.

Baca: Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Komisi X DPR Minta Indonesia Jangan Tiru Malaysia

Menurut Awaludin, AOCC atau yang disebut gedung 631 itu merupakan pusat kendali operasi bandara. Di dalamnya terkolaborasi semua unsur sumber daya stakeholder di bandara.

"AOCC menjadi wadah untuk memonitor keseluruhan operasi bandara. Platform yang kami gunakan itu namanya airport management system. Nantinya seluruh aktivitas pergerakan penumpang maupun seluruh komponen ekosistem bandara, menjadi satu kesatuan yang terintegrasi," tutur Awaludin.

Pembangunan AOCC ini dibagi ke dalam dua tahap, yakni merenovasi gedung 631 sebagai kantor pusat operasional AOCC dan sistem informasi teknologi.

Baca: Dapatkan Salinan BAP Miryam S Haryani dan Markus Nari, Advokat Ini Diganjar 20 Ribu Dolar

"Rp 100 miliar itu untuk merenovasi gedung 631 sebagai kantor operasional AOCC dan IT system-nya," tambah Djoko Moerjatmojo, Direktur Operasional PT Angkasa Pura II.

Djoko menyebut, dalam AOCC nanti semua stakeholder bandara akan berada dalam satu kolaborasi, sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam operasional bandara, serta memberikan peningkatan mutu layanan kepada semua pihak.

"Nanti semua menjadi satu kolaborasi sumber daya, ada share informasi dan data di AOCC. Kepolisian, Bea Cukai, Imigrasi, maskapai, AP II, Aviation Security, semua menjadi satu di gedung ini," paparnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help