Panglima TNI Dinilai Mulai Ragu dalam Penyidikan Kasus Helikopter

Keputusan untuk menjadikan sejumlah pihak menjadi tersangka sarat dengan muatan politis ketimbang substansi hukum.

Panglima TNI Dinilai Mulai Ragu dalam Penyidikan Kasus Helikopter
militermeter.com
HELIKOPTER AgustaWestland AW-101 Merlin 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Pihak yang ditersangkakan dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Helikopter AW-101 oleh TNI AU mulai bersuara setelah sekian lama merasa disudutkan oleh berbagai pemberitaan negatif.

Mereka menganggap, saat ini, adalah momentum bagi pihaknya untuk bersuara terkait segenap tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Salah satu tersangka dalam kasus itu, Marsekal Pertama Fachry Adamy, melalui pengacaranya Santrawan T Paparang menerangkan bahwa keputusan menjadikan sejumlah pihak menjadi tersangka sarat dengan muatan politis ketimbang substansi hukumnya.

Apalagi, ia menilai Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mulai ragu-ragu dalam melanjutkan proses penyidikan kasus pembelian Helikopter AW-101 oleh TNI AU.

Santrawan mencontohkan, dalam pernyataannya belum lama ini Gatot mengatakan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi pembelian helikopter AgustaWestland (AW) 101 harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti.

Bahkan, panglima menyebutkan bahwa penyidik tidak boleh terburu-buru menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Kalau kita perhatikan pernyataan Panglima ini bisa kita nilai bahwa ini adalah tanda keragu-raguan. Kalau memang ragu-ragu dan tidak yakin, kenapa masih terus dilanjutkan? Dari awal kami juga sudah mengatakan bahwa penyidikan kasus ini terkesan sangat dipaksakan, bahkan ada indikasi sangat politis daripada soal substansi hukumnya,” kata kuasa hukum Marsekal Pertama Fachry Adamy, Santrawan T Paparang, saat memberi pernyataan di Jakarta, Senin (10/9/2017).

Menurutnya, pernyataan panglima ini sangat berbeda dan terkesan ada standar ganda, sebab antara penyidikan dan fakta perkaranya ‘sangat berbeda.’

Padahal, sebelummya Panglima TNI yang pada awalnya mengumumkan ke publik sangat yakin telah terjadi korupsi dalam kasus pembelian helikopter AW-101 ini.

“Saat itu, bahkan beliau menyebut telah terjadi kerugian negara, padahal lembaga resmi BPK belum mengeluarkan pernyataan soal ada tidaknya kerugian negara dalam kasus ini sebagai pintu masuk dilakukannya penyelidikkan. Kalau begini, kami sangat yakin bahwa Panglima TNI sendiri makin ke sini tidak yakin dengan pendirian awal beliau,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved