WartaKota/

Mengenal Ruang PICU yang Harganya Selangit hingga Orangtua Debora Menjerit

Bayi mungil berusia 4 bulan ini meninggal dunia lantaran mendapatkan pelayanan yang buruk di Rumah Sakit.

Mengenal Ruang PICU yang Harganya Selangit hingga Orangtua Debora Menjerit
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Makam Debora (4 bulan) yang meninggal karena kesulitan membayar administrasi pelayanan di rumah sakit. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Kematian bayi Debora'>Tiara Debora menyedot perhatian masyarakat. Bayi mungil berusia 4 bulan ini meninggal dunia lantaran mendapatkan pelayanan yang buruk di Rumah Sakit.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, orangtua Debora yakni Henny dan Rudianto membawa buah hatinya itu ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat untuk mendapatkan pengobatan.

Warga asal Jalan Husen Sastranegara, Gang H. Jaung RT 02 / RW 01 Kecamatan Benda tersebut harus terpaksa membawa bayinya ke Rumah Sakit lantaran Debora mengalami sesak nafas pada dini hari.

Sangking paniknya, mereka melarikan anak bungsunya itu ke Rumah Sakit tersebut karena lokasinya tak jauh dari kediamannya.

Namun sayangnya keadaan Debora yang semakin melemah harus mendapatkan perawatan khusus.

Bayi ini perlu dirawat di Ruang PICU. Sang orangtua pun terbentur biaya, sebab Rumah Sakit yang dikunjunginya ini tak melayani pasien BPJS.

Sehingga harus memerlukan biaya besar dalam segi pelayanan. Ayah Debora yang hanya bekerja sebagai tukang isi ulang air galon pun kalang kabut saat itu.

Pihak Rumah Sakit meminta uang DP sebesar Rp. 19 juta agar Debora dapat dirawat di ruang PICU. Uang Rudianto tak cukup membayar DP tersebut.

Bahkan istrinya yakni Henni sudah berusaha meminjam uang ke sana ke sini. Tapi tetap saja tak bisa mencukupi biaya adminitrasi.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help