WartaKota/

Desainer Muslim Indonesia Kritik Trump Melalui Busana

Kami tidak menekan dan hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa kita masih bisa cantik dan gaya dengan menggunakan hijab

Desainer Muslim Indonesia Kritik Trump Melalui Busana
Istimewa
Vivi Zubedi desainer muslim Indonesia memamerkan karya emasnya berupa abaya dihadapan penonton dalam ajang bergengsi New York Fashion Week First Stage Spring Summer 2018 yang dihelat fi The Dream Down Town, Amerika Serikat, Kamis (7/9) waktu setempat. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Tampil dalam ajang bergengsi New York Fashion Week First Stage, Spring Summer 2018, sejumlah desainer muda tanah air sukses menarik perhatian para penonton yang mengisi tiap sudut The Dream Down Town, New York, Amerika Serikat.

Dalam rombongan desainer tersebut, terdapat dua orang desainer busana muslim yakni Dian Pelangi dan Vivi Zubedi yang memamerkan karya emasnya di negeri Paman Sam. Menurut sebuah media massa internasional, The Guardian, keduanya dianggap sebagai kritik terhadap situasi social di belahan dunia barat.

“Kami tidak menekan dan hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa kita masih bisa cantik dan gaya dengan menggunakan hijab,” ujar Dian Pelangi seperti di kutip The Guardian, Jumat (8/9/2017)

Vivi Zubedi yang mengaku tergerak untuk ikut pekan mode tersebut lantaran kebijakan Trump mengenai aturan ketat terhadap imigran yang berasal dari beberapa Negara dengan mayoritas muslim, secara terang-terangan menyebut nama Trump sebagai pernyataannya sikap terkait peraturan tersebut.

“Bapak Presiden, aku cinta negerimu dan orang di dalamnya. Kami tidak akan macam-macam. Kita semua sama, ini tentang kemanusiaan. Aku sangat cinta Amerika Serikat, aku punya banyak klien di sini. Hijab itu indah, kita semua manusia, apapun agamanya, kita semua sama,” kata Vivi yang baru pertama kali menggelar shownya di luar negeri.

Untuk koleksi khususnya ini, Dian Pelangi menampilkan rancangan elegan dari bahan tradisional penuh warna, permainan batik dan tie dye menurupi wanita dari ujung rambut sampi ujung kaki dengan rok panjang, celana panjang, jaket longgar dan brokat yang kaya.

Para model menutupi rambut mereka dengan syal yang terbungksu dan di bawah headpieces terinspirasi oleh gaya Eropa abad pertengahan yang berasal dari sebuah buku laris Manusia New York oleh fotografer Amerika Serikat, Brandon Stanton.

Sedangkan koleksi Vivi lebih konservatif dan menampilkan tanda tangannya yang hitam khas abaya, pakaian gantung yang lepas tangan, siap diikat di Arab Saudi dan diadopsi oleh wanita Muslim ketat di banyak Negara lainnya.

Dalam rancangannya Vivi menyematkan barisan kalimat diantaranya Mekkah, Madinah, Jannah yang dijadikan sebagai tema koleksinya kali ini, di bagian bawah tulisan tersebut tertera juga kalimat Bhineka Tunggal Ika.

Selain Dian dan Vivi, para desainer Tanah Air yang ikut melenggangkan koleksinya di gelaran bergengsi bertema Indonesian Diversity itu antara lain Barli Asmara, Doris Dorothea, Catherine Njoo, dan Melia WIjaya. 

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help